Kerap Kali Dibandingkan, Ini Penjelasan Peneliti Soal Quick Count Pilgub DKI Dan Pilpres 2019

Politik  KAMIS, 18 APRIL 2019 , 21:29:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Kerap Kali Dibandingkan, Ini Penjelasan Peneliti Soal Quick Count Pilgub DKI Dan Pilpres 2019

ilustrasi /net

RMOLJabar. Pasca media mempublikasikan Quick Count (QC) atau hitung cepat sejumlah lembaga survei terkait raihan suara pilpres 2019,  masyarakat mulai membandingkannya dengan QC Pilgub DKI Jakarta, dimana pengalaman Pilkada DKI Jakarta lalu, hasil quick count bertentangan dengan hasil Real Count KPU DKI Jakarta.

Terkait hal itu, peneliti politik menjelaskan jika saat itu Ahok- Djarot menang dalam Quick Count di putaran pertama. Terlebih saat itu terdapat lebih dari dua kontestan dalam Pilgub DKI. Maka QC tersebut besar kemungkinan fluktuatif. Berbeda dengan pilpres saat ini, dimana hanya ada 2 kontestan saja.

Demikian disampaikan Peneliti Politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah Putra kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (18/4).

"Tetapi  kalau yang berkontestasi itu hanya ada dua, sangat kecil kemungkinan terjadi selisih yang sangat jauh. Kemudian Quick Count punya rentan presentase yang disebut sebagai sampling error atau margin error. Nah, selama angka itu masih di dalam margin error, menurut saya sah-sah saja," paparnya.

Berbeda jika margin error terlalu tinggi, kemudian jarak antara pemenang dengan kalah jauh. Besar kemungkinan Quick Count itu juga menjadi gambaran.

"Tapi  memang kita tidak bisa mempercayakan kepada Quick Count. Jadi paling bijak adalah menunggu keputusan KPU," ujar Dedi.

Saat disinggung soal kesamaan QC Pilgub DKI dan Pipres, Dedi menjelaskan, semestinya bukan dalam konteks disamakan atau tidak. Tetapi setiap kultur, setiap gelaran pemilu, tentu memiliki kecenderungan masing-masing.

"Jadi mungkin sangat kecil. Artinya saya sampai hari ini dan kebetulan kami juga mempunyai pengalaman melakukan Quick Count dari 2007 sudah di lembaga survei, sangat kecil kemungkinan Quick Count itu jauh dari realitas," kata Dedi.

Namun tentu saja dengan syarat lembaga tersebut adalah lembaga yang kredibel, dan tidak ada manipulasi dalam melakukan Quick Countnya. (din)



Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00