KABUPATEN MAJALENGKA

Hari Pencoblosan, Warga Kemalingan

Hukum  MINGGU, 21 APRIL 2019 , 09:26:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Hari Pencoblosan, Warga Kemalingan

Pelaku curanmor dan jajaran Polsek Majalengka Kota/RMOLJabar

RMOLJabar. Jajaran Polsek Majalengka Kota, Polres Majalengka, kembali membekuk seorang pelaku Pencurian Motor (Curanmor) yang beraksi pada hari pencoblosan Pemilu 2019.

Pelaku tersebut diringkus di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Talaga, dua hari setelah beraksi. Tepatnya, pada Jumat (19/4) malam.

"Pelaku yang yang kami ringkus diketahui berinisial BP (33) warga Dusun Margamukti, RT 005/005 Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang," kata Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, melalui Kapolsekta Majalengka, AKP Kustadi, Minggu (21/4).

Menurut Kapolsek, peristiwa tersebut terjadi pada hari pencobolosan Pemilu 2019, di RT 002/001, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, pada Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kustadi menjelaskan, kronologi tersebut bermula korban bernama Cucu Kurniasih (40) memarkirkan sepeda motor Honda Scoopy miliknya di teras rumah dalam keadaan dikunci stang.

Kemudian, korban pergi ke sebuah pasar untuk membeli makanan. Sementara di rumah tersebut hanya ada anak korban bernama Dzaki Ghifari Putra (6).

Saat itulah pelaku tersebut datang ke rumah korban dan melihat di dalam rumah itu hanya ada seorang anak kecil. Pada saat itu juga diduga pelaku muncul niat jahatnya untuk membawa kabur motor milik korban.

"Antara pelaku dengan korban ini sudah saling kenal. Makanya dia (pelaku-red) leluasa masuk ke rumah korban dan mengambil kunci kontak sepeda motor yang tersimpan di atas meja, kemudian pelaku langsung membawa kabur motor tersebut," ujarnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 jutaan. Sementara saat ini pelaku sudah diamanakan di Mapolsek Majalengka Kota untuk proses lebih lanjut.

"Akibat perbuatannya, pelaku akan kami jerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," urainya. [gan]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00