Jika Gelembungkan Suara, Mahfud: Ada Dua Pengadilan Yang Harus Ditempuh

Hukum  SENIN, 22 APRIL 2019 , 02:01:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Jika Gelembungkan Suara, Mahfud: Ada Dua Pengadilan Yang Harus Ditempuh

Mahfud MD/Net

RMOLJabar. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebutkan, ada dua pengadilan yang akan ditempuh jika ada pihak yang sengaja menyebabkan suara pemilih tak bernilai atau menyebabkan suara peserta pemilu bertambah atau berkurang.

Mereka akan disangka melanggar pasal 532 UU 7/2017 tentang Pemilu dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda hingga Rp 48 juta.

"Pertama pengadilan pidana untuk menerapkan hukuman pidana bagi pelakunya," terang Mahfud dalam akun Twitter pribadinya beberapa waktu lalu.

Sementara, pengadilan kedua yang harus dijalani adalah pengadilan konstitusi di MK. Adapun tujuan dari pengadilan ini adalah untuk mengembalikan suara yang sudah digelembungkan atau dikurangi oleh pelaku tersebut.

'Untuk mengembalikan suaranya sesuai faktanya," pungkasnya, dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Adapun bunyi dari Pasal 532 UU Pemilu adalah setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan Suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta. [yud]


Komentar Pembaca