Penguatan Literasi Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Pemerintahan  SELASA, 23 APRIL 2019 , 10:06:00 WIB | LAPORAN: PARHIMPUNAN PARAPAT

Penguatan Literasi Melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Bimtek Pengembangan Perpustakaan/RMOLJabar

RMOLJabar. Untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), Perpustakaan Nasional RI melalui Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat mengadakan bimtek strategi pengembangan perpustaakan dan TIK untuk layanan perpustakaan, yakni Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Kepala bidang Bina Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca (BPBGM), Oom Nurrohmah mengatakan, perpustakaan punya andil dalam mensejahterakan masyarakat.

"Ini mempunyai tujuan yang konferhensip namun terukur jelas bahwa melalui perpustakaan itu dapat mengubah masyarakat menjadi lebih sejahtera," katanya.

Karenanya, perpustakaan dituntut semakin kreatif dan inovatif, sehingga dapat menumbuhkan berbagai kegiatan dengan melibatkan masyarakat, dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

"Karena program ini sungguh sangat jelas dan bermanfaat untuk maksyarakat sehingga benar-benar harapannya itu adalah perpustakaan itu dapat mengekspresikan diri secara efektif dan representatif melalui program-program yang disuguhkan perpustakaan itu terasa manfaatnya oleh masyarakat melalui berbagi, berkarya dan sejahtera," paparnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Woro Titi Haryanti mengatakan, program transformasi berbasis inklusi sosial ini masuk ke program pengentasan kemiskinan melalui penguatan literasi, salah satu kegiatannya adalah inklusi sosial dan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Saat ini untuk program tersebut sudah ada di 21 provinsi dan 60 kabupaten.

"Di Jawa Barat ada 2 yaitu Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bekasi. Untuk sisa provinsi yang belum melakukan program ini akan di adakan pada tahun depan," tandasnya. [aga]

Komentar Pembaca