Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Sejahterakan Masyarakat

Ragam  SELASA, 23 APRIL 2019 , 12:05:00 WIB | LAPORAN: PARHIMPUNAN PARAPAT

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Sejahterakan Masyarakat

ilustrasi/net

RMOLJabar. Penguatan budaya literasi melalui program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dapat mengubah masyarakat menjadi lebih sejahtera dalam kehidupannya.

Hal ini dikatakan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Woro Titi Haryanti, dalam acara  Bimtek Strategi Pengembangan Perpustaakan dan TIK untuk Layanan Perpustakaan, Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang di adakan perpustakaan nasional Republik Indonesia melalui dan Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat Senin (23/4) malam.

"Program transformasi berbasis inklusi sosisal ini merupakan program nasional. Pengentasan kemiskinan melalui penguatan literasi salah satu kegiatannya adalah inklusi sosial dan untuk seluruh Indonesia" katanya.

"Kita ada di 21 provinsi dan 60 kabupaten yang mencakup 300 desa dan untuk di Jawa Barat ada 2 yaitu kabupaten Tasikmalaya dan kabupaten Bekasi. Tetapi selain itu ada beberapa kabupaten di Jawa Barat yang program terdahulu melakukan tranformasi yang baik. Kita berikan apresiasi untuk menambahkan titik desanya. Jadi, untuk keseluruhan secara nasional dari 300 menjadi 500 desa. Untuk sisa propinsi yang belum melakukan program ini akan di adakan pada tahun depan," lanjut Woro.

Sementar itu, Kepala Bidang Bina Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca (BPBGM), Oom Nurrohmah, mengatakan program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini selaras dengan program yang telah di luncurkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Ini selaras dengan program Pak Gubernur yang enam program itu. Kena sasaran, artinya semua lapisan masyarakat Jawa Barat sehingga disini prioritas perpustakaan umum, mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, kelurahan dan jenis-jenis perpustakaan masyarakat yang di selenggarakan oleh masyarakat itu adalah yang menjadi fasilitator sebagai garda terdepan pengetahuan dan keterampilan untuk masyarakat sejahtera," demikian Oom. [son]



Komentar Pembaca