JAWA BARAT

Kang Emil Ingin Developer Games Agate Menjadi Percontohan Se Indonesia

Ekbis  SELASA, 23 APRIL 2019 , 19:09:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Kang Emil Ingin Developer Games Agate Menjadi Percontohan Se Indonesia

Ridwan Kamil/RMOLJabar

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengapresiasi Developer Games Agate yang dinilainya sebagai perusahaan startup karya anak muda, yang konsisten di tengah arus persaingan yang ada saat ini.

"Media harus memberitakan untuk menyemangati anak-anak muda. Milenial Agate adalah contoh perusahaan yang start up yang dibangun anak-anak muda, kemudian Konsistensi 10 tahun kita buktikan out layer siapa yang konsisten 10 jam atau 20 jam selama perminggu biasanya menjadi uang. Nah ini adalah contohnya," kata Emil sapaannya, dalam acara peresmian gedung baru perusahaan Developer Games Agate, di Level Up Building kawasan Summarecon Bandung, Selasa (23/4).

Emil tidak menyangka perusahaan startup yang dibangun anak-anak muda tersebut kini sudah memiliki gedung sendiri.

"Yang asalnya kontrakan kecil sekarang punya tempat sendiri di tempat yang dinamakan Bandung Teknopolis, yang dulu saya konsepkan seluruh perusahaan teknologi berkumpul di sini," kata Emil.

Sebagai dukungannya, Provinsi Jawa Barat siap membantu pengembangan ekonomi kreatif. Termasuk dalam bidang games, karena potensinya sangat besar. Bahkan, Emil menyebut pasar konsumen games di Indonesia pada 2030 diprediksi mencapai Rp40 triliun.

"Tapi sayangnya 90 persen masih dikerjakan perusahaan luar negeri jadi duitnya tersedot keluar, dengan hadirnya Agate dan teman-temannya, potensi pasar itu bisa kembali ke tanah air, dikerjakan anak anak bangsa yang konsisten dan mengerti teknologi," ungkapnya.

Upaya lain dari pemerintah untuk mendorong ekonomi kreatif, yaitu dengan membangun creative center di berbagai daerah Jawa Barat. Diantaranya yang sudah terencanakan adalah di daerah Tasikmalaya, Bekasi, Bogor dan Subang.

Pemprov Jabar juga mengapresiasi Agate supaya menjadi percontohan se-Indonesia dan karyanya dalam tiga bulan sukses meraih income mencapai Rp 14 miliar. Hal tersebut, tidak terlepas karena games bersifat universal sehingga konsumennya bukan hanya lokal Indonesia tapi juga skala Internasional.

"Itulah dukungan pemerintah terhadap ekonomi kreatif khususnya games yang jadi wajah kita di masa depan," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca