JAWA BARAT

Agama Dan Usia Menikah Matang Kunci Ketahanan Keluarga

Ragam  RABU, 24 APRIL 2019 , 00:27:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Agama Dan Usia Menikah Matang Kunci Ketahanan Keluarga

Lina Marlina Ruzhanul Ulum/Humas Jabar

RMOLJabar. Ada dua kunci utama ketahanan keluarga secara internal. Kedua faktor itu yakni kekuatan agama dan kematangan usia menikah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Lina Marlina Ruzhanul Ulum saat memberi pengarahan dalam kegiatan Orientasi Ketahanan Keluarga TP PKK Provinsi Jawa Barat, di aula Gedung PKK Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/4).

Menurutnya, dengan landasan agama yang kuat, seseorang akan memiliki tujuan menikah yang mantap dan fokus pada keluarga. Sementara dengan usia menikah yang matang, seseorang terutama calon ibu akan lebih siap mendidik dan mengasuh anak-anaknya kelak.

"Waktu sarling (siaran keliling) ke sebuah kabupaten di Jawa Barat, saya bertemu dengan seorang wanita muda usia 20-an, anaknya sudah enam orang. Saya tanya kapan menikah, dia menjawab ketika baru lulus SD. Ini miris sekali, di zaman modern ini masih ada yang seperti itu," ucap Lina.

"Kita harus bisa untuk membina masyarakat dari saat mereka akan menikah, kita beri tahu agar mereka punya tujuan berkeluarga," sambungnya.

Dikatakan Lina, menikah di usia matang juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai pendidikan tinggi. Pendidikan inilah yang akan menentukan kualitas kehidupan ekonomi keluarga, menentukan pergaulan yang dipilih, serta seberapa bagus penguasaan teknologi keluarga bersangkutan.

"Menjaga ketahanan keluarga merupakan hal yang sulit, namun mesti diperjuangkan," kata Lina dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.  

Isteri dari Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum ini pun berharap, kegiatan orientasi Pokja I TP PKK Kabupaten/Kota se-Jawa Barat ini akan memberikan wawasan lebih kepada para kader khususnya terkait ketahanan keluarga.

Dengan begitu para kader dapat menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

"Saya harap, ibu-ibu dan bapak semua menyimak, karena akan bermanfaat untuk disampaikan kembali kepada masyarakat di masing-masing kabupaten/kota," pungkasnya. [gan]

Komentar Pembaca