JAWA BARAT

Berkah Ketokohan Genjot Perolehan Suara Golkar

Politik  RABU, 24 APRIL 2019 , 08:13:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Berkah Ketokohan Genjot Perolehan Suara Golkar

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi/RMOLJabar

RMOLJabar. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, terdapat fenomena baru pada Pemilu 2019 ini, khususnya yang dirasakan di Jawa Barat. Berkah ketokohan para kader Golkar ditiap daerah dianggap mempengaruhi perolehan suara Golkar.

Menurutnya, fenomena baru pada Pemilu 2019 ini, juga bisa terlihat tidak ratanya perolehan suara di internal partai. Salah satunya, ketika suara Golkar secara nasional kalah, justru di daerah mengalami kemenangan. Ketika suara Golkar di provinsi kalah, kondisi terbalik terjadi di kabupaten.

"Contohnya di Jabar. Suara Golkar di provinsi ini, terkerek naik. Meskipun, secara penghitungan nasional, suara Golkarnya kalah dibanding partai lain," ujar Dedi, Rabu (24/4), di Purwakarta.

Selain itu, naiknya suara Golkar di Jabar ini, lanjut Dedi, bukan berkah dari kepartaian. Melainkan, berkah dari ketokohan. Dengan kata lain, caleg yang diusung oleh Golkar di daerah, mayoritas membawa berkah suara yang cukup signifikan.

Jadi, pemilih pada Pemilu 17 April kemarin untuk Golkar, mayoritas bukan karena melihat partainya. Melainkan, lebih cenderung melihat pada sosok caleg yang diusung oleh Golkar.

"Pada pemilu tahun ini, ada dua keberkahan bagi partai. Berkah kepartaian, salah satunya PKS atau Gerindra. Serta, berkah ketokohan. Berkah ketokohan ini, yang sangat kami rasakan di daerah," ujar Dedi.

Fenomena ini, sambung Dedi sangat unik. Karena, masyarakat sudah melek dengan politik. Bahkan, telah mengalami pergeseran pilihan. Tidak lagi, memilih partai. Melainkan, memilih tokoh yang diusung partai tersebut.

Karenanya, kedepan Golkar Jabar akan mengevaluasi imbas dari fenomena Pemilu 2019. Salah satu yang paling ditekankan, yaitu mengenai pemilihan caleg yang akan diusung pada pemilu selanjutnya. Yang paling diutamakan, yaitu tokoh di daerah tersebut.

"Kami ini partai yang terbuka, makanya kedepan kita yang akan melamar tokoh-tokoh di masyarakat, untuk dijadikan kader Golkar dan dicalonkan menjadi caleg," ujar Dedi.

Melamar tokoh ini, lanjut Dedi bisa dilakukan mulai 2020 mendatang. Alasannya, para tokoh ini akan dijadikan kader partai sejak dini. Serta, akan diedukasi supaya menjadi politisi yang berkualitas. Cara ini, dinilai bisa membuat Golkar bisa tetap survive. [yud]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00