KPK Cekal Dirut PLN Ke Luar Negeri

Hukum  JUM'AT, 26 APRIL 2019 , 20:55:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

KPK Cekal Dirut PLN Ke Luar Negeri

Dirut PLN Sofyan Basyir/net

RMOLJabar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak Imigrasi Cekal Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir.

Diungkapkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, perintah pencekalan itu sudah dismpaikan KPK melalui surat resmi, Kamis (25/4).

Menurut Febri pencekalan itu dilakukan karena Sofyan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1.

"Untuk kebutuhan penyidikan dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama Pembangunan PLTU Riau-1, KPK telah mengirimkan surat pada Imigrasi Kemenkum HAM terkait pelarangan Dirut PLN Sofyan Basyir ke luar negeri," kata Febri, Jumat (26/4).

Masa pencekalan ke luar negeri terhadap Sofyan, lanjut Febri, berlaku selama enam bulan terhitung sejak kemarin (Kamis, 25/4).

"Pelarangan ke luar negeri ini dilakukan selama 6 bulan ke depan," sebut Febri seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Dalam perkara ini, KPK telah memanggil sepuluh orang saksi. Mereka berasal dari latar belakang profesi yang diduga mengetahui informasi yang berkaitan kasus suap itu.

"Untuk pemeriksaan saksi, sampai hari ini telah dijadwalkan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi," kata Febri.

Selain Sofyan Basyir, KPK juga telah menetapkan beberapa tersangka lain dalam kasus ini yakni eks Anggota Komisi VII DPR RI Eni Saragih, Pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, Mantan Mensos Idrus Marham dan pengusaha Samin Tan.[son]

Komentar Pembaca