Menakar Kepatutan Dan Kelayakan Hasil Seleksi Direksi Bank BJB

Ekbis  SELASA, 30 APRIL 2019 , 11:57:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Menakar Kepatutan Dan Kelayakan Hasil Seleksi Direksi Bank BJB

Lokasi RUPS bank bjb /RMOLJabar

RMOLJabar. Bank bjb terus menjadi sorotan. Termasuk diantaranya dalam proses seleksi jajaran direksi. Khususnya untuk jabatan Direktur Utama yang saat ini masih dirangkap Agus mulyana, yang juga sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko.

Namun proses seleksi yang dilakukan memunculkan banyak persepsi. Diantaranya muncul dugaan adanya kepentingan perseorangan atau kelompok tertentu. Bahkan muncul pertanyaan, apakah Gubernur Jawa Barat yang "dominan" dalam melakukan proses seleksi ini benar-benar mengedepankan azas profesionalisme atau hanya lebih kepada kepentingan politik balas budi, yang dikemas seolah profesionalisme dan terbuka?

Menanggapi hal tersebut, Balitbang Forum Masyarakat Juara (FMJ), Tri Wahyudi mengatakan, idealnya proses seleksi calon direksi harus bertujuan untuk mencari siapa yang patut dan layak untuk menduduki jabatan direksi di bank bjb. Namun landasan yang digunakan untuk proses seleksi dibatasi oleh AD/ART perusahaan yang sebetulnya dapat dirubah.

Selanjutnya, lanjut Tri, Gubernur Jawa Barat juga telah mengabaikan peraturan yang status hukumnya lebih tinggi dari AD/ART perusahaan, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46/pojk.03/2017 tentang pelaksanaan fungsi kepatuhan bank umum pasal 7 ayat 2, yang secara gamblang menyatakan bahwa Direktur Utama atau Wakil Direktur Utama dilarang merangkap jabatan sebagai direktur yang membawahi fungsi kepatuhan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa yang ditunjuk sebagai Direktur Utama bank bjb adalah sdr. Agus Mulyana yang juga sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko. Dari sini sudah terlihat bahwa Gubernur Jawa Barat sudah melanggar apa yang menjadi POJK,” jelasnya.

Hal menarik lainnya, kata Tri, OJK pun tidak bereaksi apapun terkait hal tersebut. Sehingga banyak pihak menduga bahwa Gubernur Jawa Barat "bermain mata" dengan OJK. Sehingga fungsi kepatuhan dan kelayakan dalam menentukan calon direksi di bank pembangunan daerah terbesar di Jawa Barat ini tidak dilaksanakan dengan baik.

Tanggal 30 April 2019 (hari ini) akan menjadi pembuktian apakah Gubernur Jawa Barat bersikap profesional sesuai dengan apa yang menjadi statment dan visinya untuk membangun dan menentukan jajaran direksi di bank bjb. Bersama-sama kita akan lihat hasilnya pada RUPS bank bjb tanggal 30 April 2019, yang digelar di Trans Luxury Hotel, Bandung. Apakah bank bjb akan dipimpin oleh seorang yang profesional yang telah melewati proses seleksi atau hanya akan dipimpin oleh direksi yang "penurut" dan menganggap jabatannya adalah "pemberian", sehingga setiap keputusan yang diambil oleh jajaran direksi dan Direktur Utama hanyak akan mengedepankan kepentingan seseorang atau kelompok tertentu yang dapat memberikan kesempatan pada praktek korupsi,” tutur Tri. (din)



Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00