KOTA BANDUNG

Tingkatkan Minat Baca, Pemkot Lantik 30 Bunda Literasi

Ragam  SELASA, 30 APRIL 2019 , 22:49:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Tingkatkan Minat Baca, Pemkot Lantik 30 Bunda Literasi

Pelantikan Bunda Literasi/Ist

RMOLJabar. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi melantik 30 Bunda Literasi tingkat kecamatan. Keberadaan Bunda Literasi tersebut menjadi upaya Pemkot Bandung untuk menggedor minat baca masyarakat.

Ini juga bagian dari merespon Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Bunda Literasi Kota Bandung, Siti Muntamah menuturkan, untuk bisa mewujudkan visi Bandung Unggul maka kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus ditingkatkan. Peningkatan kapasitas SDM tersebut salah satunya dengan budaya literasi.

Untuk menumbuhkan budaya literasi tersebut, Siti Muntamah menilai pondasi kuat harus dibangun dari lingkungan keluarga. Oleh karenanya, keberadaan Bunda Literasi tingkat kecamatan diharapkan mampu menjadi pemicu bagi masyarakat sekaligus memperkuat di lingkungan keluarga.

"Keluarga berkualitas adalah keluarga yang melek literasi mau menata dan mengelola semua yang terjadi di lingkungannya. Kita olah sedemikian rupa dan minimal mampu memformulasikan di keluarga. Bunda literasi terus dibutuhkan untuk membuka pintu jendela ilmu pengetahuan demi kesuksesan masa depan," ucapnya di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (30/4).

Ia menambahkan, sosok perempuan menjadi pintu pertama menularkan budaya literasi. Kampanye budaya literasi melalui Bunda Literasi diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara efektif.

"Sejak 6 bulan di rahim ibu setiap manusia sudah melakukan literasi dengan apa yang dikatakan dan perasaan ibu. Hanya tinggal melakukan penajaman untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik," imbuhnya.

Pada konteks keagamaan, dalam hal ini bagi para umat Islam budaya literasi merupakan arahan langsung dari Allah SWT seperti yang tertera dalam kitab suci Alquran.

"Literasi itu sangat penting, karena salah satu ayat yang pertamakali membuka cakrawala sangat luas yaitu iqra atau membaca. Dari tidak tahu menjadi tahu, membaca inilah menjadi satu ikhtiar untuk membuka wawasan," pungkasnya. [gan]

Komentar Pembaca