Garuda Diduga Rekayasa Laporan Keuangan, Rizal Ramli Sebut Menteri BUMN Gak Bisa Apa-Apa

Ekbis  KAMIS, 02 MEI 2019 , 10:43:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Garuda Diduga Rekayasa Laporan Keuangan, Rizal Ramli Sebut Menteri BUMN Gak Bisa Apa-Apa

Rizal Ramli/net

RMOLJabar. Dugaan Rekayasa laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018 jelas bikin malu. Ketimbang membuat laporan keuangan yang tidak wajar, akan lebih baik Garuda Indonesia melakukan inovasi agara permasalahan keuangan mereka bisa diperbaiki.

Demikian disampaikan ekonomi senior, Rizal Ramli, dalam sebuah acara diskusi yang disiarkan TV One, Rabu (1/5). Rizal mengaku sempat tertipu oleh Garuda yang mengklaim untung besar di tahun 2018. Bahkan ia sempat memberi selamat kepada Garuda lewat media sosial miliknya,

Saya cuma merasa ketipu dengan informasi keuntungan ini, dan saya sempat mengucapkan selamat, tapi saya tarik lagi," kata Rizal dalam acara itu.

Setelah mengetahui ada yang janggal soal laporan keuanga  itu, Rizal menilai perlu dicari siapa dibalik ketidakwajaran itu. Menurutnya harus ada yang bertanggung jawab akan rekayasa laporan keuangan yang dilakukan Garuda

Ini bikin malu, cuma rekayasa, karena siapapun yang pernah kerja di sana tahu pasti ada hal hal yang tidak wajar dilakukan, dan menurut saya direksi dirut keuangan harus bertanggung jawab,” Tegas Rizal seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Padahal, menurut Rizal, kinerja Garuda sempat membaik pasca mengakuisisi Maskapai Sriwijaya.

Mula-mula sahamnya bisa naik, waktu ada kerjasama dengan sriwijaya, karena akan lebih besar market sharenya, tapi pas ada kabar ini jadi rusak. Dan saya berharap ini harus diaudit," ujarnya.

Rizal berpandangan, saat ini BUMN tidak memiliki cara tepat dalam memperbaiki maskapai Garuda Indonesia. BUMN itu selalu, overprice, kemahalan, sebetulnya kalau kita lakukan control cross garuda pasti bisa nguntungin,” katanya

Rizal pun menceritakan pengalamannya saat memimpin BUMN, kala itu ia menjabat sebagai Presiden Komisaris Semen Gresik, dimana ia mampu melakukan peningkatan yang sangat signifikan terhadap perusahaan tersebut.

Waktu saya preskom dari Semen Gresik Group, saya minta supaya cross di kurangai 8 dolar AS per ton, tapi katanya tidak bisa, tapi akhirnya kita kasih penjelaskan dan bisa. Ini kenapa bisa terjadi, karena suplier BUMN itu KKN, jadi ganti aja yang baru, dan kita berhasil. Sehingga dalam waktu dua tahun keuntungan kita naikkan, dari 800 miliar ke 3,2 triliun, empat kalinya, hanya karena kita tekan cost,” ungkapnya.

Selain Semen Gresik, Rizal juga menjelaskan, bagaimana ia terlibat dalam melipatgandakan keuntungan Bank Negara Indonesia (BNI).

Sama dengan BNI, kita tekan cost, tapi credit kita di atas rata-rata, saya lakukan asset revaluasi, sehingga kredit kita dua kali dari rata-rata nasional. Tahun itu keuntungan BNI 87 persen termasuk paling tinggi dari seluruh bank nasional," ungkapnya.

Menurut Rizal, saat ini BUMN Indonesia banyak masalah karena tidak mampu menekan cost. Ditambah, lanjut dia, menteri BUMN tidak melakukan apa-apa dalam keadaan seperti ini.

"Gak lakukan apa-apa malah nambahin cost, cost politik dan lainnya. Padahal essensinya kalau cost ditekan BUMN bisa kompetitif,” tutupnya.


Sekadar informasi, laporan keuangan tahunan Garuda Indonesia mendapat sorotan publik. Laporan keuangan tahunan 2018 Garuda tercatat untung, sebesar 809,85 ribu dolar AS, atau sebesar Rp 11,33 miliar. Padahal kinerja di tahun itu relatif kurang.

Akibatnya, laporan itu mendapat penolakan dari dua komisaris Garuda, yakni Chairal Tanjung dan Dony Oskaria. Mereka enggan menandatangani laporan keuangan tersebut.[son]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00