Jelang Musim Tanam, Pupuk Kujang Pastikan Stok Pupuk Jabar Banten Aman

Ekbis  KAMIS, 02 MEI 2019 , 19:26:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Jelang Musim Tanam, Pupuk Kujang Pastikan Stok Pupuk Jabar Banten Aman

Pupuk/RMOLJabar

RMOLJabar. Sampai dengan saat ini, stok pupuk untuk wilayah Kabupaten Purwakarta dipastikan dalam kondisi aman. Stoknya mencapai 1.615 ton pupuk urea atau 320% dari ketentuan sebesar 503 ton.

"Sedangkan untuk stok pupuk NPK Phonska di wilayah ini mencapai 988 ton atau 645% dari ketentuan 153 ton dan stok pupuk organik sebanyak 319 ton, ketersediaan ini cukup hampir lebih dari dua bulan kedepan," kata Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, Kamis (2/5) di Purwakarta.

Selain itu, untuk ketersediaan pupuk di wilayah Jabar dan Banten, Ade juga memastikan bahwa stok pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam di wilayah Jawa Barat Banten aman hingga awal dua bulan kedepan.

"Dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)," tutur Ade.

Sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan, tapi pada praktiknya, PT Pupuk Kujang sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok setara dengan stok untuk dua bulan ke depan bahkan lebih. Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

Ade menjelaskan, sampai saat ini, stok urea untuk Jawa Barat dan Banten mencapai 73.184 ton atau 269% dari ketentuan sebesar 26.272 ton. Untuk NPK, stoknya mencapai 47.299 ton atau hampir lebih dari sepuluh kali lipat  dari ketentuan sebesar 3.736  ton. Sedangkan pupuk organik, stoknya mencapai 9.012 ton atau 182% dari ketentuan 4.938 ton. Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini guna mempersiapkan musim tanam yang akan berlangsung pada April-September 2019.

Sementara itu pencapaian Realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar-Banten, sampai dengan 29 April 2019,  mencapai 203.209 ton. Jumlah itu setara dengan 108% dibandingkan kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 187.682 ton.

Sedangkan sampai dengan saat ini, stok pupuk untuk wilayah Purwakarta dapat dipastikan aman yaitu stoknya  mencapai 1.615 ton pupuk urea atau 320% dari ketentuan sebesar 503 ton. Sedangkan stok pupuk NPK Phonska di wilayah Purwakarta sebesar 988 ton atau 645% dari ketentuan 153 ton dan stok pupuk Organik sebanyak 319 ton, ketersediaan ini cukup hampir lebih dari dua bulan kedepan.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, Ade juga mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitoring penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Hal ini agar pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T (Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis,  Tepat Waktu).

Kami berharap dengan komitmen bersama ini, antara perusahaan, distibutor dan kios dapat terus bersinergi dengan baik, untuk mengedepankan kepentingan petani, dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi khususnya di wilayah Jawa Barat & Banten secara optimal," kata Ade.

Untuk diketahui PT Pupuk Kujang memproduksi urea dengan kapasitas 1.140.000 ton per tahun, pupuk NPK 200.000 ton per tahun, pupuk organik 20.000 ton per tahun. Angka tersebut melebihi kebutuhan pupuk untuk di wilayah Jawa Barat dan Bantern selama satu tahun berdasarkan ketentuan. [gan]

Komentar Pembaca