KABUPATEN MAJALENGKA

Sampah Semrawut, Kantor Bupati Dan DLH Digeruduk Mahasiswa

Politik  SABTU, 04 MEI 2019 , 03:52:00 WIB | LAPORAN: DEFRI ARDYANSYAH

Sampah Semrawut, Kantor Bupati Dan DLH Digeruduk Mahasiswa

Unjuk rasa Himmaka dan HMI/RMOLJabar

RMOLJabar. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam forum pemuda peduli Majalengka menggelar aksi unjuk rasa di halaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka dan Kantor Bupati Majalengka, Jum'at (3/5).

Forum terdiri dari Himpunan Mahasiswa Majalengka (Himmaka) Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majalengka dan Forum Pemuda Peduli Majalengka (FPPM). Dalam aksinya, mereka menuntut persoalan sampah di Majalengka ditangani secara tuntas. Aksi mereka mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisiaan dan Satpol PP yang mengawal jalannya demontrasi tersebut.

"Kami meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus segera menyelesaikan persoalan sampah di Majalengka dan membebaskan lahan milik warga yang akan digunakan relokasi tempat sampah. Hal ini penting agar ada tempat sampah dan warga tidak terkena membuang sampah secara sembarangan," kata koordinator aksi, Abdul Hasyim dalam orasinya.

Para mahasiswa juga meminta Pemkab Majalengka mengatur dan berkoordinasi dalam setiap kinerja aparatur agar bersikap profesionalisme dalam tugasnya mengabdi kepada masyarakat.

"Kami sangat menyesal atas sikap Dinas Lingkungan Hidup yang dinilai melarikan diri dari masalah tanpa adanya solusi, ketika kami mempertanyakan persoalan sampah di Majalengka," paparnya.

Para mahasiwa juga mendesak agar Bupati Majalengka mengevaluasi kinerja para pejabat di lingkungan DLH, karena dinilai tidak pro aktif dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Majalengka.

"Kami juga menuntut perbaikan regulasi tentang sistem persampahaan di Majalengka. Karena selama ini, aturan yang ada tidak berdampak pada persoalan sampah, malah semakin rumit," Katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Himmaka Indonesia Arif Hidayat yang meminta pemerintah kantor kecamatan dan pemerintah desa agar membuat dan mengelola tempat pembuangan sampah sementara. Jangan sampai ada warga membuang sampah secara sembarangan karena tidak ada tempatnya.

"Kami juga meminta sarana dan prasana ditingkatkan, termasuk memperbanyak alat transportasi angkut sampah untuk mempercepat pengangkutan sampah supaya tidak menumpuk, yang mengakibatkan tumpukan sampah terjadi dimana-mana," ungkapnya.

Kepala DLH Majalengka, Hj. Nadisha Hanna Haritztin mengakui jika persoalan sampah di Majalengka belum maksimal diselesaikan karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

"Banyak persoalan yang kami hadapi antara lain, kekerungan personil, fasilitas truk yang terbatas dan anggaran yang terbatas. Sehingga persoalan sampah di Majalengka belum optimal," tegasnya.

Belum puas atas penjelasan dari DLH, para mahasiwa melanjutkan aksinya di kantor Bupati Majalengka dan mereka hanya bisa sampai di depan gerbang kantor bupati. Dalam pertemuan itu mereka menuntut hal yang sama.

Pada kesempatan itu mereka ditemui Asda I Pemkab Majalengka Aeron Randi.

"Kami mohon maaf jika ada sikap yang kurang berkenan yang dilakukan DLH dan mengenai teknis kami tidak bisa berbuat banyak, karena bukan tugas dan fungsi kami. Akan tetapi kami akan menyelesaikan persoalan ini sampai benar benar tuntas," jelasnya. [gan]

Komentar Pembaca