Didukung Bank bjb, Maman Romandi Siapkan Pensiun Dengan Buka Usaha Peternakan

Ekbis  SABTU, 04 MEI 2019 , 13:21:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Didukung Bank bjb, Maman Romandi Siapkan Pensiun Dengan Buka Usaha Peternakan

RMOLJabar

RMOLJabar. PT Bank Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank bjb) merangkul debitur ASN yang memiliki pola produktif di luar tanggung jawab pekerjaan utama mengabdi pada publik.

Seperti seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Cirebon, yang kini bisa mengembangkan usaha ternak ayamnya untuk pondasi jelang masa pensiun berkat Kredit Guna Bakti (KGB) dari PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB).

"Kini saya memiliki dua lokasi untuk peternakan ayam potong, satu di Klayan dan satunya lagi di Beber," ucap Maman Romandi, seorang debitur yang aktif dalam program KGB BJB di Cirebon, Sabtu (4/5).

Maman yang juga ASN Dinas Perhubungan Jabar itu mengaku sangat terbantu dengan program KGB dari BJB, selain karena syaratnya mudah, tenor pengembaliannya pun juga bisa lama.

Diakui Maman, sudah selama 20 tahun menjadi debitur kredit dari BJB dan sangat banyak manfaat yang dirasakan olehnya, termasuk program KGB. Ia menambahkan, bisnis peternakan ayam potongnya itu dalam rangka mempersiapkan hari tuanya.

"Ini semua dipersiapkan jauh-jauh hari. Jadi ketika nanti penĀ­siun sudah tinggal meneruskan usaha saja," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Lebih lanjut, Maman mengungkapkan, dirinya mengambil plafon kredit hingga Rp500 juta yang diajukan ke bank BJB Cabang Cirebon. Uang tersebut dijadikan modal usaha di luar pekerjaan utama yang sudah berjalan selama dua tahun lebih.

Sementara itu, Senior Vice President Divisi Corporate Secretary BJB, M. As'adi Budiman mengatakan, secara umum KGB diberikan khusus untuk debitur berpenghasilan tetap seperti ASN, pegawai BUMD dan pegawai swasta berpenghasilan tetap yang gajinya telah atau belum disalurkan melalui BJB.

"Di mana sumber pengembaliannya berasal dari gaji debitur yang digunakan untuk keperluan multiguna," katanya.

Menurutnya, BJB sebagai salah satu produk agen perubahan nasional, mendorong program KGB sebagai pembiayaan pengembangan usaha, pendirian usaha, kebutuhan dana pendidikan dan termasuk kebutuhan konsumtif.

"Hanya saja, banyak debitur yang memanfaatkan KGB menjadi kegiatan produktif," ujarnya.

Sedangkan untuk teknis kredit program KGB ini, lanjut Budiman, angsuran kredit akan dipotong otomatis dari gaji yang diterima pegawai setiap bulan.

Besaran angsuran dapat disesuaikan dengan nilai penghasilan debitur yang mengacu pada tenor pengembalian.

"Untuk plafon pinjaman, dimulai dari nominal Rp10 juta hingga Rp500 juta. Adapun untuk tenor pengembalian dapat dimulai dari jangka waktu 12 bulan hingga 15 tahun," tuturnya.

Untuk persyaratan yang dilampirkan debitur antara lain, kata Budiman, salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan pasangan, kartu keluarga (KK) atau akta nikah, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

"Selain itu juga kartu pegawai, surat keputusan pegawai, surat pengangkatan kepangkatan terakhir, slip gaji, kartu Taspen serta pas foto berukuran 3x4 satu buah," ungkapnya.

Dia menambahkan, KGB memiliki fitur penyisihan dana sebesar satu kali angsuran dari hasil pencairan kredit di rekening tabungan debitur.

"Karena itu saldo dapat digunakan sewaktu-waktu bila ada hal yang tidak terduga di kemudian hari. Fitur penyisihan tersebut dapat memacu budaya menabung dengan menambah saldo Tabungan Masa Datang. Sebab, saldo tersebut tetap memperoleh jasa bunga tabungan," pungkasnya. [jar]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00