ASN Produktif, Kembangkan Bisnis Toko Bangunan Demi Siapkan Masa Pensiun

Ekbis  SELASA, 07 MEI 2019 , 13:56:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

ASN Produktif, Kembangkan Bisnis Toko Bangunan Demi Siapkan Masa Pensiun

RMOLJabar

RMOLJabar. PT Bank Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) terus mendorong debitur untuk berpola produktif melalui penyaluran Kredit Guna Bhakti (KGB).

Program KGB memungkinkan untuk ASN/PNS untuk bisa berbisnis di luar tanggung jawab pekerjaan utama sebagai persiapan melanjutkan keberlangsungan eko­nomi pasca pensiun.

Kredit Guna Bhakti (KGB) diberikan khusus untuk debitur berpenghasilan tetap seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai BUMD dan pegawai swasta berpenghasilan tetap yang payroll-nya gajinya telah atau belum disalurkan melalui bank bjb dan/atau tempat debitur bekerja telah memiliki perjanjian kerjasama dengan bank bjb dimana sumber pengembaliannya berasal dari gaji debitur yang digunakan untuk keperluan multiguna.

Salah satu debitur yang merasakan manfaat KGB adalah Lia Yuliati, ASN yang mengabdi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kota Tasikmalaya.

Istri dari Uum Bahrul Ulum itu sudah menjalankan bisnis cukup baik, jauh sebelum dia pensiun. Ibu empat orang anak ini su­dah memiliki dua toko ba­ngunan karena ikut program KGB.

Sebagai salah satu produk agen perubahan nasional bank bjb, program KGB diperuntukan sebagai pembiayaan pengembangan usaha, pendirian usaha, kebutuhan dana pendidikan hingga kebutuhan konsumtif.

Dalam program KGB, angsuran kredit akan dipotong otomatis dari setiap gaji yang diterima pegawai setiap bulan. Besaran angsuran dapat disesuaikan dengan nilai penghasilan debitur yang mengacu pada tenor pengembalian.

Untuk plafon pinjaman, dimulai dari nominal Rp 10 juta hingga Rp 500 juta. Adapun untuk tenor pengembalian dapat dimulai dari jangka waktu 12 bulan hingga 15 tahun.

Untuk diketahui, dua toko yang dimiliki Lia antara lain, TB Rizky Putra di Jalan Let­jen H Mashudi, Kelurahan Satia Ratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Toko kedua, TB Raya Putra di Jalan Gunung Dangding, Kelurahan Setia Jaya, Kota Tasikmalaya.

"Saya benar-benar terbantu. Sebab proses pengajuan pinjaman dilayani dengan baik dan prosesnya pun cepat," kata Lia saat ditemui di kediamannya, Selasa (7/5).

Ibu empat orang anak ini mengaku, sudah tiga kali top up pinjaman ke bank bjb Cabang Tasikmalaya. Total pinjaman saat ini mencapai Rp 285 juta dengan masa waktu pembayaran 15 tahun.

"Saya mulai mengajukan pinjaman KGB bank bjb tahun 2017. Pagi masukan persyaratan, besok siang sudah langsung cair," ungkapnya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Dirinya mengatakan, bantuan pinjaman tersebut sangat membantunya untuk perputaran bisnis bahan bangunan yang dia masukan ke beberapa toko. Bahkan, seiring perkembangan waktu, permintaan semakin hari semakin naik.

"Makanya, saya top up lagi karena untuk menutupi permintaan pasar," ujarnya.

Lia mengaku, bersyukur diberikan beragam kemudahan oleh bank bjb. Sebab, jika saja dia terjerat rentenir, maka bisnis sampingan yang dia rintis bersama suaminya itu bisa hancur begitu saja. Padahal, bisnis tersebut adalah ta­bungan dia untuk pensiun nanti.

Secara teknis, persyaratan yang dilampirkan debitur untuk mengajukan pinjaman antara lain, salinan Kartu Tan­da Penduduk (KTP) pemohon dan pa­sangan, kartu keluarga (KK) atau akta nikah, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kartu pegawai, surat keputusan pegawai, surat pengangkatan ke­pang­katan terakhir,  slip gaji, kartu Taspen ser­ta pas foto berukuran 3×4 satu buah.

Di bagian lain, sebagai pengusaha lokal, Lia juga mengaku, berharap mendapatkan ilmu lebih dari bank bjb. Selain penataan keuangan, dia juga berharap bisa mendapatkan ilmu pemasaran agar usahanya lebih baik lagi.

"Yang namanya usaha kan ada ga selama ba­gus ya. Nah, pengen gitu, dikasi pelatihan me­nyiasati keuangan dan pemasaran,"  tuturnya.

Sementara itu, bank bjb juga memberikan penawaran menarik bagi debitur KGB yakni dengan menggelar program undian berhadiah umrah.

Program tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan loyalitas nasabah dan telah dilakukan rutin sejak 2015. Program ini merupakan bentuk apresiasi bank bjb kepada nasabah kredit konsumer.

Pada tahun 2018, bank bjb berkesempatan memberangkatkan sebanyak 175 nasabah Muslim. Sementara untuk pemenang undian debitur nonmuslim, bank bjb menyediakan perjalanan ke holyland.

Beberapa tujuan diantaranya perjalanan menuju Betlehem bagi pemeluk Nasrani, Sungai Gangga di India untuk Hindu dan Nepal bagi penganut Budha.

KGB memiliki fitur penyisihan dana sebesar 1 kali angsuran dari hasil pencairan kredit di rekening tabungan debitur, karena itu saldo dapat digunakan sewaktu-waktu bila ada hal yang tidak terduga dikemudian hari, pun dapat memacu budaya menabung dengan menambah saldo Tabungan Masa Datang karenanya saldo tersebut tetap memperoleh jasa bunga tabungan.

Pada tahun 2018, bank bjb berkesempatan memberangkatkan sebanyak 175 nasabah Muslim. Sementara untuk pemenang undian debitur nonmuslim, bank bjb menyediakan perjalanan ke holyland.

Beberapa tujuan diantaranya perjalanan menuju Betlehem bagi pemeluk Nasrani, Sungai Gangga di India untuk Hindu dan Nepal bagi penganut Bu­dha.

Usaha-usaha yang dilakukan oleh debitur di daerahnya mendukung program Pemerintah yang  disupport oleh bank bjb seperti OVOC, One Product One Pesantren, Pesat dan bjb Bisa sebagai salah satu luncuran pro­duk yang mengarah literasi keuangan. [jar]

Komentar Pembaca