Temukan Kejanggalan, Kandidat DPD KNPI Bogor Layangkan Mosi Tidak Percaya

Politik  RABU, 08 MEI 2019 , 10:14:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIQ SUPRIADI

Temukan Kejanggalan, Kandidat DPD KNPI Bogor Layangkan Mosi Tidak Percaya

Musda XIV KNPI Kabupaten Bogor/Ist

RMOLJabar. Kandidat Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Hasyemi Faqihudin layangkan penolakan hasil Musda XIV KNPI Kabupaten Bogor. Bahkan dirinya menggugat agar Musda tersebut diulang.

Menurutnya, steering commite tidak ada transparansi dalam setiap pengumuman rangkaian prosesi musda dari awal sampai akhir. Termasuk steering commite tidak mengikuti aturan yang tertuang dalam peraturan organisasi hasil Kongres Papua 2015 dari rangkaian rapimda hingga Musda XIV Kabupaten Bogor.

"Pertama tidak melakukan langkah verifikasi akurat pada peserta Musda XIV Kabupaten Bogor pada hasil PO Kongres Papua sebagai landasan. Tidak melakukan verifikasi akurat atas kepesertaan OKP yang terdaftar dalam naungan di bawah DPP KNPI," ujarnya, Rabu (8/5).

Sikap tersebut menjadi keraguan kualitas SC, sebab masih maraknya OKP yang tidak tercantum dalam PO. Dia menyontohkan Beberapa OKP seperti SEPMI, COPMI, IUMI, SESMI dan lain lain. Padahal di tingkat nasional tidak memiliki keberadaannya dan tidak adanya Ketua Umum Pusat.

"Maka dengan beberapa hal tersebut menjadi keraguan kualitas SC. Hal ini menjadikan kesewenang wenangnya dan hal yang dianggap mudah untuk menjadi peserta OKP dalam Musda XIV Kabupaten Bogor. Sehingga hal ini mencederai PO dan AD/ART KNPI," ucapnya.

Tak hanya itu, terdapat kejanggalan dengan tidak mengikuti AD/ART pada Pasal 13 Butir ke 6 tentang setelah LPJ diterima pada Musyawarah Daerah maka Dewan Pengurus dinyatakan demisioner. Termasuk tidak mampu bersikap atas kegaduhan pasca tekanan aklamasi pada jilid pertama. Bahkan membuat keputusan cepat untuk melakukan sidang tanpa adanya mencari solusi terlebih dahulu sebab akibat.

"Maka dengan hal itu menjadi kegaduhan antar OKP. Sehingga dengan hal rangkaian aturan aturan organisasi dalam menjadikan tujuan musda yang harmonis dan berkualitas kerap diabaikan," ungkapnya.

Kemudian, tidak ada evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya dan tranparansi penggunaan anggaran pada pada masa kepengurusan dalam satu periodenya. Lalu, hasil rapimda tidak membahas perihal rangkaian verifikasi peserta OKP yang habis masa jabatannya.

"Ini yang menjadikan Adanya konflik horizontal antara SC dan OKP pendukung kandidat," terangnya.

Selain itu, adanya mosi tidak percaya pada steering commite terkait indikasi pungli dari mulai pengambilan form seharga Rp500 ribu dan membuat geger publik soal pembohongan dengan membayar biaya talkshow Rp15juta/kandidat. Termasuk mosi tidak percaya pada steering commite dalam pendapatan dan pengeluaran anggaran pada rangkaian Musda XIV Kabupaten Bogor.

"Kami melakukan mosi tidak percaya dan menggugat Musyawarah Daerah XIV Kabupaten Bogor yang berlangsung pada 3-4 Mei 2019 di Gumati Resort & Hotel untuk diulang. Apabila hal ini tidak diindahkan, kami siap mengadakan Musda Jilid III (Akhir) Demi menjaga Independensi KNPI dan menjalankan aturan-aturan organisasi sesuai aturan PO dan AD/ART KNPI. Mosi tidak percaya ini akan kami sampaikan ke DPP KNPI dan DPD KNPI Provinsi Jawa Barat," pungkasnya. [gan]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00