Dosen Di Bandung Diciduk Polda Jabar Terkait People Power

Hukum  JUM'AT, 10 MEI 2019 , 18:54:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Dosen Di Bandung Diciduk Polda Jabar Terkait People Power

RMOLJabar

RMOL. Ditreskrimsus Polda Jabar menciduk seorang dosen pascasarjana universitas swasta di Kota Bandung, karena diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Tersangka berinisial SDS (50) itu terbukti mengunggah tulisan tentang people power di akun facebooknya.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Samudi, menjelaskan, unggahan yang dilakukan SDS yaitu pada 9 Mei 2019 dan berisi tulisan "Harga Nyawa Rakyat, jika people power tidak dapat dielak; 1 orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar dengan 10 orang polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner ct berapi dan keluarga mereka".

Tak lama kemudian, Ia diciduk oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Jabar sekaligus dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan Pasal 15 KUH Pidana. Ancaman hukuman maksimal dari pasal itu selama 10 tahun penjara.

"Siapapun yang bikin onar dengan membuat berita bohong dan menyebarkanya, tentu Polri akan tegas," ucap Samudi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (10/5).

Samudi pun mengaku turut prihatin atas ditangkapnya SDS, mengingat tersangka merupakan seorang pendidik yang seyogyanya menjadi panutan bagi mahasiswanya.

"Penangkapan tersangka SDS, dosen ini bukan bikin bangga, tapi sebaliknya, kami prihatin, masih banyak anggota masyarakat menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian," pungkas Samudi.

Perlu diketahui, berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka mengaku mendapatkan kontennya grup WhatsApp. Meski begitu, hal tersebut masih didalami sekaligus dugaan adanya afiliasi dengan partai politik. [jar]

Komentar Pembaca