Dilanda Berbagai Persoalan, Sampah Di Garut Dibiarkan Menggunung

Pemerintahan  SABTU, 11 MEI 2019 , 01:56:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Dilanda Berbagai Persoalan, Sampah Di Garut Dibiarkan Menggunung

Gundukan sampah/RMOLJabar

RMOLJabar. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Garut mempertanyakan hasil kajian pemerintahnya ke berbagai negara tentang cara pengelolaan sampah.

Ketua KAMMI Garut Riana Abdul Azis mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut sudah melakukan studi banding hingga ke China. Bahkan akan ada kerja sama dengan Korea Selatan serta Jepang terkait pengelolaan sampah.

"Sebenarnya study banding maupun rencana kerja sama, ini sudah terjalin, hanya saja kinerja Pemerintah Kabupaten Garut ini yang lamban, sehingga persoalan sampah menjadi sulit," ujarnya, Jumat (9/9).

KAMMI berharap Pemerintah Kabupaten Garut sigap menangani persoalan sampah. Pasalnya, kasus sampah yang menumpuk di perkotaan karena tak terangkut petugas. Kondisi itu diperparah dengan kasus serupa yang terus berulang.

Selain mengkritik hasil kajian pemerintah ke berbagai negara soal sampah yang dianggap nihil, KAMMI juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan sampah dengan cara mengolahnya menjadi barang bernilai.

"Permasalahan sampah ini harus diselesaikan bersama. Walaupun disediakan pembuangan sampah, namun sampah setiap harinya bukan berkurang malah bertambah," kata Riana.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Guriansyah berdalih penyebab sampah tak terangkut adalah volume sampah yang terus bertambah saat bulan puasa. Selain itu jalan menuju TPS Pasirbajing  kondisinya rusak.

"Jadi truk terkendala untuk membuang sampah ke TPA," ucapnya.

DLH juga berkilah jika persoalan sampah di Kabupaten Garut juga diakibatkan oleh minimnya armada angkutan sampah. Berdasarkan data akhir 2018 lalu terdapat 38 armada pengangkut sampah. Jumlah tersebut, hanya 20 unit saja yang bisa dioperasikan, untuk menjangkau 42 kecamatan di Garut.

Volume sampah yang dihasilkan setiap hari di wilayah perkotaan Garut (Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler dan Kecamaran Karangpawitan) mencapai 600 ton. Dari sampah yang dihasilkan tersebut hanya mencapai antara 150-200 ton yang terangkut petugas, dengan 20 armada angkutan. [MH Tasdik/gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00