Kesal Bawang Putih Langka, Politisi PDIP Desak Kemendag Setop Impor

Politik  MINGGU, 12 MEI 2019 , 10:24:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kesal Bawang Putih Langka, Politisi PDIP Desak Kemendag Setop Impor

Mindo Sianipar/Net

RMOLJabar. Komisi V DPR RI menyoroti kelangkaan bawang putih di berbagai pasar tradisional di Indonesia. Kelangkaan ditengarai karena bawang putih sudah dijadikan mainan oleh importir untuk meraup keuntungan besar.

"Kementerian Perdagangan segeralah hentikan impor dan polemik bawang putih itu. Kita tanam bawang kita sendiri aja,” kata Anggota Komisi IV DPR, Mindo Sianipar seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/5).

Pria yang puluhan tahun menggeluti sektor pertanian ini menegaskan, Indonesia masih memiliki lahan yang luas dan cocok untuk ditanami bawang putih. Selain itu, kebutuhan dalam negeri tidak seheboh yang digembar-gemborkan sejumlah pihak.

"Indonesia bisa menanam bawang putihnya sendiri. Dan jika menanam sendiri, hasilnya bisa lebih dari mencukupi untuk kebutuhan kita. Mungkin bisa kita yang malah akan mengekspor," tuturnya.

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menggambarkan, dengan menanam bawang putih sendiri, petani-petani bawang di Indonesia akan bekerja dengan giat dan mampu membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Selama enam bulan tidak makan bawang putih, kita tidak akan mati kok. Selama itu pula kita bisa menanam dan memproduksi bawang putih kita. Emangnya terus mati kita kalau tak makan bawang putih selama enam bulan?” tantangnya.

Ke depan, menurut dia, Indonesia juga harus mengurangi impor untuk semua jenis komoditas pangan. Dengan memberdayakan petani Indonesia, kebutuhan pangan seperti bawang putih itu tidak akan sulit dipenuhi.

"Tinggal nantinya, pemerintah mengatur harga yang mampu menyejahterakan petani, yang mampu membuat harga juga terjangkau oleh masyarakat. Jangan biarkan tengkulak atau importir yang berkuasa di situ. Supaya masyarakat dan petani kita yang sejahtera," pungkasnya.

Kelangkaan bawang putih ini dikeluhkan para pedagang. Pasalnya, kelangkaan terjadi sejak mendekati bulan puasa hingga saat ini. Sudah langka, jika pun ada, harganya sangat tinggi

Di pasar Tradisional Cilacap, hal itu dialami oleh Okta, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Karna Sidareja.

Dia mengatakan, harga bawang putih kathing per kilogramnya Rp 55 ribu. Sedangkan harga bawang putih biasa Rp 45 ribu per kilogram.

Agar mendapat sedikit untung, Okta menjualnya di pengecer menjadi Rp 60 ribu per kilogram untuk bawang putih kathing, dan Rp 50 ribu untuk bawang putih biasa.

Di Trenggalek, hal yang sama terjadi. Harga bawang putih dari semula hanya Rp 45 ribu per kilogram melonjak hingga Rp 60 ribu per kilogram. Selain naik, pasokan barang dari distributor juga minim. [gan]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00