Kemelut UNPAD, Faktor Kekalahan Jokowi Di Jabar

Politik  MINGGU, 12 MEI 2019 , 22:26:00 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kemelut UNPAD, Faktor Kekalahan Jokowi Di Jabar

Ilustrasi/Net

RMOLJabar. Pasangan Joko Widodo - Ma’ruf Amin (JM) kembali menderita kekalahan telak di Jawa Barat (Jabar). Sebuah wilayah penting di Pulau Jawa yang mayoritas penduduknya merupakan orang Sunda, suku terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019 yang telah dimulai sejak Rabu (8/5) di KPU Jawa Barat, seolah mengkonfirmasi kemenangan Prabowo. Hasil Pilpres dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat telah selesai dihitung.

Di Kabupaten Tasikmalaya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (PS) memperoleh 729,024 suara dan JM mendapatkan 302,132 suara.

Perolehan pasangan 02 itu lebih dari dua kali lipat perolehan pasangan 01. Begitu pula di Sukabumi. WONO menyabet 139,106 suara sementara JM hanya mampu mengais 61,835 suara. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Majalengka, dimana PS unggul dengan 425,877 suara sedangkan JM hanya meraup 346,980 suara.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyatakan bahwa kekalahan pasangan JM tersebut telah diprediksi sebelumnya. Observasi lapangan yang dilakukan Ujang sebelum Pemilu di beberapa kabupaten di Jabar menunjukkan bahwa orang Sunda memiliki preferensi yang kuat terhadap Prabowo. Meskipun kedua Capres bukan orang Jabar, Prabowo dianggap lebih mendekati gambaran pemimpin yang ideal dalam alam kebatinan orang Sunda.

Orang Jabar merasa membutuhkan pemimpin yang tegas. Mereka pernah sangat mencintai Soekarno. Bukan saja karena ada persinggungan Soekarno dan kesundaan, seperti pernah menikahi perempuan Bandung atau kuliah di ITB atau mengolah konsep Marhaenisme dari interaksinya dengan masyarakat Jabar. Tetapi, karena Soekarno tegas. Dalam soal ketegasan ini, Prabowo dianggap lebih mendekati aspirasi orang Jabar,” katanya.

Di samping penjelasan yang sifatnya kultural itu, Ujang juga tak menampik ada faktor-faktor lokal yang mempengaruhi kemenangan PS di Jabar. Misalnya saja, kebijakan pembangunan yang dirasa oleh masyarakat Jabar belum mampu meningkatkan kesejahteraan atau mengangkat marwah orang Jabar.

Dari tahun 2004, pemenang Pileg di Jabar berganti-ganti. Pernah Golkar, pernah Demokrat, terakhir PDIP. Ini menandakan pemilih Jabar bukan pemilih loyal. Isu-isu lokal yang berkembang juga ikut mempengaruhi preferensi mereka,” ujar pengamat kelahiran Subang ini.

Salah satu isu lokal, menurut Ujang yang tidak menguntungkan Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 di Jabar adalah kemelut Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang berlarut-larut hingga saat ini.
 
Seperti diketahui, Pilrek yang seharusnya selesai pada Oktober 2018 dengan memilih salahsatu dari tiga calon rektor yang telah diseleksi oleh MWA (Majelis Wali Amanat) mengalami penundaan berkali-kali. Ujungnya, 10 April lalu atau seminggu sebelum hari pemungutan suara pada Pemilu 2109, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengeluarkan surat bernomor R/196/M/KP.03.03/2019 yang meminta agar proses pemilihan rektor diulang. Kemenristek juga menunjuk Plt Rektor untuk masa jabatan enam bulan.

Kebijakan untuk menunda proses Pilrek tanpa ada kepastian kapan proses itu bakal berakhir, dinilai mengecewakan banyak lapisan masyarakat Jabar. Sebab, UNPAD merupakan kampus terbesar di Jabar dan jejaring alumni UNPAD tergolong paling kuat di setiap kabupaten dan kota di Jabar.

Masyarakat Jabar itu sangat kuat kedaerahannya: kejawabaratan atau kesundaannya. Walaupun UNPAD adalah lembaga pendidikan yang diurus Kementerian (bukan langsung oleh Presiden), faktanya UNPAD telah menjadi simbol Jabar sehingga selalu ada tali temalinya dengan politik, termasuk dalam Pemilu. Kemelut Pilrek UNPAD itu pada level tertentu menjadi faktor yang ikut membentuk preferensi politik masyarakat,” pungkas Ujang. [dod]


Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00