KABUPATEN PURWAKARTA

Sediakan Hadiah 30 Juta, Dedi Mulyadi Tantang Warga Kampung Matikan Aliran Listrik

Ragam  SELASA, 14 MEI 2019 , 07:47:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Sediakan Hadiah 30 Juta, Dedi Mulyadi Tantang Warga Kampung Matikan Aliran Listrik

Dedi Mulyadi/dok

RMOLJabar. Dedi Mulyadi tantang setiap kampung di Purwakarta untuk mematikan dan tidak menggunakan aliran listrik selama tiga hari tiga malam. Sayembara Ramadan dari mantan Bupati Purwakarta tersebut, berhadiah uang sebesar Rp 30 juta.

"Sayembara ini, untuk mengembalikan kekhusuan dan kekhidmatan bulan puasa, seperti zaman dulu sebelum ada listrik," ujar Dedi, kepada sejumlah awak media, Selasa (14/5).

Karena itu, lanjut Dedi, bagi ketua kampung yang berani menerima tantangan ini, maka bisa mendaftarkannya langsung ke dirinya. Ada hadiah menanti sebesar Rp 30 juta. Hadiah tersebut, bisa digunakan untuk membeli sapi, ataupun membiayai kegiatan lainnya.

"Ingat yah, satu kampung tanpa aliran listrik, selama tiga hari tiga malam," tuturnya.

Dedi merasa prihatin, banyak tradisi dan budaya yang ada di setiap bulan puasa, yang kini telah ditinggalkan masyarakat. Padahal, tradisi itu menjadi pemicu untuk melakukan kegiatan yang positif dan produktif.

Tradisi dan budaya yang mengiringi bulan Ramadan, dirasakan mulai pudar belakangan ini. Salah satunya, tradisi bebeledugan atau menabuh beduk keliling kampung. Saat anak-anak dan remaja, melakukan kegiatan bebeledugan atau main petasan karbit di lapang terbuka, mereka melakukan aktivitas fisik untuk berinteraksi dengan temannya.

Canda dan tawa mewarnai kehidupan mereka. Biasanya, kegiatan bebeledugan ini dilakukan selepas shalat ashar sampai menjelang waktu berbuka puasa. Banyak makna dari kegiatan tersebut. Salah satunya, menjaga ikatan persahabatan.

Selain itu, bebeledugan juga dilakukan dengan tujuan untuk membangunkan warga. Jangan sampai, karena berpuasa warga ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Padahal, banyak kegiatan produktif lainnya yang bisa dilakukan sambil menahan lapar dan haus.

Selain bebeledugan, lanjut Dedi, ada juga tradisi menabuh bedug keliling kampung. Biasanya, kegiatan ini dilakukan menjelang waktu sahur. Tujuannya, untuk membangunkan warga, supaya tidak kesiangan dalam menyajikan makanan untuk sahur.

"Akan tetapi, tradisi tersebut kini mulai hilang. Terutama, sejak adanya handphone. Kini, kampung-kampung sepi dari aktivitas anak-anak yang biasa dilakukan hanya di bulan ramadan," ujar Dedi.

Tak hanya itu, aktivitas tadarus AlQuran juga, saat ini mulai sepi. Padahal, sebelum marak handphone, baik mushola ataupun masjid selalu ramai dengan bacaan-bacaan ayat AlQuran selepas shalat tarawih.

Para pemuda, jarang pulang ke rumah sebelum tadarus Quran beres. Mereka, banyak menghabiskan waktunya di mushola ataupun masjid. Akan tetapi, saat ini selepas tarawih, masjid dan mushola kembali sepi. Para pemudanya, lebih senang menatap layar handphonenya ketimbang membaca AlQuran di masjid.

Untuk itu, dirinya menggulirkan sayembara kampung tanpa listrik di bulan ramadan ini. Dengan mematikan listrik, berarti tidak ada akses untuk menyentuh handphone menonton televisi ataupun menyalakan komputer.

Dengan mati lampu ini, anak-anak akan tadarus AlQuran di langgar (mushola) ataupun masjid dengan menggunakan bantuan cahaya lilin atau lampu cempor. Ini, akan menghadirkan kekhidmatan dan kekhusuan tersendiri. Sebab, anak akan melupakan sejenak telepon genggamnya.

"Begitu pula dengan orang tuanya, tanpa listrik mereka akan lebih intens berinteraksi dengan anak ataupun tetangganya. Sebab, selama ini mayoritas warga sudah sibuk dengan handphone masing-masing," ujar Dedi.

"Kami ingin, tradisi ramadan di tanah sunda ini tidak hilang karena perkembangan teknologi. Menjaga tradisi itu sangat penting," ujarnya.[son]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00