CGW: Kenapa Penegakan Hukum Kasus Korupsi Di Garut Mandul?

Hukum  SELASA, 14 MEI 2019 , 09:40:00 WIB | LAPORAN: RONI HIDAYAT

CGW: Kenapa Penegakan Hukum Kasus Korupsi Di Garut Mandul?

Agus Sugandhi/RMOLJabar

RMOLJabar. Garut Government Watch ( GGW ) sebut kasus-kasus korupsi yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Garut selalu diputus bebas. Mereka menggugat kenapa penegakan hukum dalam kasus korupsi di Garut mandul.

"Dulu ada APBD gate, berjilid-jilid.  Jilid satu, dua hingga tiga. Dulu ada "pak Iyos", akhirnya bebas di MA. Nah ini jilid keempat, yang muncul di kejaksaan saat ini kan jilid keempat. Dulu namanya jaring asmara, Jaringan aspirasi ,masyarakat kalau sekarang ya pokir (Pokok Pikiran DPRD Garut)," ungkap Ketua GGW, Agus Sugandhi, kepada RMOLJabar, Senin (13/5).

Menurut Agus, praktek kolusi antara Eksekutif dan Legislatif dalam menyalahgunakan APBD terus berulang dari tahun ke tahun. Bahkan meski sudah beberapa kali diperkarakan ke pengadilan namun para pelaku praktek haram tersebut selalu lolos dari jeratan hukum.

Agus menyebutkan selama ini pihak eksekutif sengaja memberi ruang penyalahgunaan APBD kepada para anggota DPRD Kabupaten Garut. Sehinggga seolaholah penggunaan anggaran tersebut legal.

"Masing - masing dari periode ke periode, celah itu terbuka lebar, tidak terlepas dari kolusi antara eksekutif dan legislatif. Diawal kejadian - kejadian itu eksekutif memberikan ruang bagaimana aturan - aturan itu dimainkan, untuk penyalahgunaan, tambah Agus.
 
Agus mengambil contoh kasus "Pokir" ( Pokok Pikiran ) DPRD Garut. Dalam menuntaskan kasus Pokir, Agus meminta aparat penegak hukum  segera memeriksa seluruh anggota DPRD Garut tanpa harus memilah �" milah.

Semua anggota DPRD itu harus diperiksa, karena mereka terlibat dalam proses itu. Terlepas mereka incumbent atau bukan. Jangan setengah - setengah, kata Agus.

Agus mengaku heran, atas bertele-telenya penangan kasus-kasus korupsi di Garut. Nah ini, kemarin katanya ( Kejari garut ) ada masalah administratif, harus ijin Gubernur ( Untuk memeriksa anggota DPRD Garut )," ujarnya.

Agus menduga pihak penegak hukum di Kabupaten Garut sengaja tutup mata atas kasus-kasus korupsi yang melibatkan anggota DPRD. Terkait penyebabnya, Agus tak mau membeberkan secara rinci.[son]

 

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00