JAWA BARAT

Menyesal Bikin Video Ujaran Kebencian, IAS: Saya Minta Ma'af Kepada Rakyat Indonesia

Hukum  RABU, 15 MEI 2019 , 01:44:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Menyesal Bikin Video Ujaran Kebencian, IAS: Saya Minta Ma'af Kepada Rakyat Indonesia

IAS Tersangka Video Ujaran Kebencian/RMOLJabar

RMOLJabar. Tersangka kasus ujaran kebencian, yang merupakan warga asli Cirebon berinisial IAS (49), mengaku siap bertanggung jawab secara hukum atas kagaduhan video berdurasi 1 menit 53 detik, yang berisi berisi hasutan, hoaks, ujaran kebencian dan adu domba TNI-Polri.

Hal itu dikatakan IAS di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa, (14/5).

"Saya siap tanggung resikonya karena ini jalan hidup dan saya kembalikan ke yang menciptakan saya," ucapnya.

IAS mengungkapkan, dirinya tidak menyadari bahkan tidak mengetahui bahwa video yang membawanya dalam jeratan hukum itu viral. Hingga akhirnya, pihak kepolisian menangkap Iwan di Kuningan.

"Saya di Kuningan lagi main. Nggak ngerti ditangkap karena apa. Ternyata ditangkap gara-gara video," tuturnya.

Oleh karena itu, atas ulahnya tersebut IAS pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat jika video viralnya itu dinilai provokatif. Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, sehingga tidak ada tersangka lainnya dengan kasus serupa dirinya.

"Saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan jangan sampai terulang kembali, cukup di saya. Sekarang kita tenang, tunggu pengumuman tanggal 22 Mei (2019)," pungkasnya.

Perlu diketahui, Polisi menjerat IAS dengan Pasal berlapis yakni Pasal 45A ayat (2) UU. RI. No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 Tahun. Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 UU. RI. No. 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman penjara setingi-tingginya sepuluh tahun. [yud]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00