KBNU Purwakarta Tolak Ajakan People Power

Politik  RABU, 15 MEI 2019 , 11:10:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

KBNU Purwakarta Tolak Ajakan People Power

Konfercab PCNU Kabupaten Purwakarta/RMOLJabar

RMOLJabar. Gelombang penolakan pada rencana aksi people power terus berdatangan. Kali ini, datang dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) di Kabupaten Purwakarta. Para Nahdliyin di wilayah itu menyatakan menolak aksi pengerahan massa tersebut.

"Kami mengajak kepada seluruh warga Nahdiyin dan seluruh masyarakat Purwakarta, bahwa setelah kita menyalurkan hak suara pada Pileg dan Pilpres, maka untuk hasilnya kita harus bersabar," ujar Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, Bahir Muchlis melalui siaran persnya yang diterima awak media, Rabu (15/5).

Menurutnya, semua harus menunggu hasil real count dari Komisi Pemilihan Umun (KPU). "Karena itu, PCNU menolak ajakan People Power," kata Bahir.

Akibatkan Perpecahan

Hal senada juga diungkapkan Rois Syuriah NU Purwakarta, Abun Bunyamin. Ia mengatakan meski secara demokratis people power adalah hak masyarakat. Namun, sebaiknya tidak perlu dilakukan.

Menurutnya, ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangan pihaknya tidak melakukan hal tersebut. "Pertama, kita percayakan hasil perhitungan suara kepada KPU sebagai lembaga resmi pemerintah," kata sesepuh NU Purwakarta itu.

Kedua, sambungnya, demi menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah di Bulan Ramadan. "Mari kita menahan hawa nafsu, jaga kekondusifan dan ketenteraman di masyarakat," ujarnya.

Ada pun yang ketiga, kata dia, ekses atau dampak negatif yang terjadi bila people power terlaksana. "Secara matematis pengerahan massa akan berpotensi chaos, bahkan hingga jatuhnya korban," kata Kyai Abun.

Lebih dari itu, kyai kharismatik yang juga menjabat Wakil Ketua Rois Syuriah PWNU Jawa Barat ini menegaskan, aksi people power bahkan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta citra Indonesia bisa tercoreng.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian Bulan Ramadan. Kita serahkan kepada Allah Swt dengan menunggu hasil perhitungan KPU. Insya Allah semuanya bisa aman, damai, dan kondusif," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00