Oknum PPK Di Karawang Diduga Lakukan Maladministrasi

Politik  RABU, 15 MEI 2019 , 19:43:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Oknum PPK Di Karawang Diduga Lakukan Maladministrasi

PPK Kabupaten Karawang/RMOLJabar

RMOLJabar. Forum Masyarakat Penyelamat (FORMAT) Pemilu Karawang meminta agar oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Karawang tingkat yang diduga terlibat penggelembungan suara, dipecat dan dijerat ke ranah hukum.

"Pasalnya, para oknum tersebut ditenggarai bukan saja melakukan maladministrasi melainkan kejahatan Pemilu yang berdampak pada rusaknya tatanan demokrasi," ujar Ketua FORMAT Pemilu Karawang, Wardi melalui pernyataan tertulisnya, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (15/5).

Menurutnya, berdasarkan kajian dari FORMAT Pemilu, penggelembungan suara terjadi di PPK Cikampek, sebelumnya FORMAT juga mengindikasi terjadi pengelembungan perolehan caleg tertentu di PPK Jatisari.

"Khusus untuk PPK Cikampek kami menemukan penggelembungan suara di Desa Dawuan Tengah dan Dawuan Barat untuk calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Nasdem, dengan nomor urut 5 atas nama Sabil Akbar," kata Wardi.

Dari data C1 perolehan suara Sabil Akbar di Desa Dawuan Tengah mendapatkan 3.511 suara, namun berdasarkan data DAA 1 dan DA 1 suaranya meningkat menjadi 3.561 suara, terjadi penambahan 50 suara.

"Begitu juga yang terjadi di Desa Dawuan Barat penggelembungan hingga 95 suara. Perolehan suara Sabil Akbar di C1 berjumlah 1.636 suara sedangkan di DA1 dan DAA1 hasilnya mencapai 1.731 suara," tuturnya.

Menurut Wardi penggelembungan terjadi mulai dari suara di tingkat TPS. Dengan mengubah puluhan suara yang ada pada salinan C1.

Berdasarkan kajian dari FORMAT Pemilu Karawang, penggelembungan bukan dilakukan oleh anggota KPPS. Namun ada oknum Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikampek yang melakukan manipulasi perolehan suara caleg.

Ia juga melihat bahwa penggelembungan suara tak hanya terjadi di Kecamatan Cikampek, indikasi penggelembungan untuk Caleg Sabil Akbar kemungkinan terjadi di Dapil 5 Karawang serta Dapil 4 dan 6 yang lokasinya dekat dengan kediaman Caleg muda tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan kajadian tersebut. Di tengah saudara-saudara kita di tingkat KPPS hingga PPS banyak yang tumbang bahkan sampai meninggal dunia, ternyata oknum PPK malah "bermain" mata dengan beberapa caleg yang disinyalir melakukan penggelembungan suara," demikian Wardi.

Hingga naskah ini ditulis, RMOL Jabar belum dapat mengkonfirmasi pihak KPU Purwakarta dan PPK terkait. [yud]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00