KABUPATEN PURWAKARTA

Dahsyatnya Energi Berbagi Di Bulan Ramadan

Sosial  RABU, 15 MEI 2019 , 20:37:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Dahsyatnya Energi Berbagi Di Bulan Ramadan

Bakti Sosial Ramadhan LSM Lodaya Purwakarta/RMOLJabar

RMOLJabar. Begitu luas makna puasa di bulan Ramadan. Sudah banyak kajian yang membicarakannya dari berbagai aspek dalam sudut pandang kehidupan.

"Namun dari luasnya aspek tersebut ada satu poin dari bulan puasa yang memiliki makna yang paling dahsyat, yakni; tentang berbagi yang tidak bisa dipisahkan dalam semangat berpuasa," ujar Ketua LSM Lodaya Kabupaten Purwakarta, Dadang Tigor Prasojo, disela acar bagi-bagi takjil gratis di sekitaran Pasar Jumaah, Purwakarta, Rabu (15/5) sore.

Menurut pria yang biasa disapa Bang Tigor itu, kegiatan bebagi takjil dan buka puasa bersama warga ini adalah bagian dari bakti sosial LSM yang dipimpinnya.

"Dibulan puasa ini, kita dianjurkan untuk melakukan berbagi dengan sesama. Ini juga program lembaga dalam mengisi bulan ramadan ini yang dilakukan oleh LSM Lodaya Jejaring Korwil Kota Purwakarta. Dalam kondisi apapun, kita berupaya tetap ada ditengah-tengah masyarakat," kata Bang Tigor.

Menegaskan Solidaritas Dengan Masyarakat

Lebih jauh, Bang Tigor mengatakan, berbagi dalam hal ini banyak ragamnya, seperti berbagi rejeki, kebaikan, resiko dan lain-lain. Dan nilai-nilai berbagi tersebut dipertegas dengan adanya zakat yang harus ditunaikan bagi yang mampu melaksanakannya.

Berbagi kepada sesama merupakan sifat yang sangat mulia, karena sifat ini memiliki makna solidaritas yang kuat terhadap aktualisasi manusia dalam menjalankan agama.

"Dengan sifat berbagi yang dilakukan dengan cara ikhlas, sekaligus menggugah kesadaran baru manusia bahwa sebenarnya dalam diri manusia tidak bisa bergantung kepada dirinya sendiri," katanya.

Manusia harus mampu interaksi dengan manusia lainya dalam segala aspek kehidupan. Menurut Bang Tigor, sifat berbagi yang dimiliki manusia merupakan bentuk pengejewantahan perekat manusia dengan manusia yang lainnya.

Dengan semangat berbagi semua penderitaan dan persoalan kehidupan ditanggung dengan bersama-sama, sehingga meringankan segala tugas dan persoalan yang kita hadapi.

Maka benar sekali ada istilah pepatah yang menyebutkan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Dari pepatah inilah yang melandasi tentang jati diri bangsa tentang kegotong-royongan yang selama ini menjadi filosofi bangsa.

"Alhamdulilah dalam bulan Ramadan ini, Allah mengetuk batin hati kita kembali sekaligus mengajarkan kepada diri kita, akan pentingnya aspek berbagi tersebut dalam kehidupan ini," demikian Bang Tigor. [yud]


Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA