KABUPATEN PURWAKARTA

Korupsi Dana Desa, Kades Salem Diganjar 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Hukum  RABU, 15 MEI 2019 , 23:16:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Korupsi Dana Desa, Kades Salem Diganjar 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Kades Salem Kabupaten Purwakarta di Pengadilan Tipikor Bandung/RMOLJabar

RMOLJabar. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Aulya Iyus Mulyadi, Rabu (15/5).

Selain hukuman penjara, Kepala Desa Salem Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta itu juga dikenakan denda sebesar Rp 50 juta atau subsidair kurungan 3 bulan.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim yang dipimpin Dahmi Wirda menyatakan terdakwa Aulya bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 2 Undang-undang Pemberantasan Tipikor. Sebelumnya ia dituntut jaksa penuntut umum selama 6,5 tahun. Vonis hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Usai sidang, Aulya tampak menundukan kepalanya dan memilih bungkam saat ditanya soal vonis 4 tahun penjara yang harus dia jalani.

Diketahui, kasus diatas berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Purwakarta. Bermula dari dana desa tahun anggaran 2016 yang bersumber dari APBN sebesar Rp 613.386.000.

Menurut penyidik, dari hasil pengecekan fisik bersama ahli, ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 350 juta. Hasil adanya dugaan kerugian negara tersebut didapat setelah penyelidik bersama tim ahli, mengecek pekerjaan secara fisik.

Pada proses penyidikannya, penyidik mengumpulkan  data dan dokumen terkait pekerjaan yang dilaksanakan menggunakan dana desa. Barang bukti yang dipegang penyidik yakni ‎proposak pencairan dana desa, laporan penggunaan dana desa tahap I dan II tahun 2016 dan SK Kepala Desa.

Dana desa di Desa Salem itu sendiri digunakan unt‎uk pembangunan jalan lingkungan, Posyandu dan MCK. Namun, dalam pembuat SPJ, apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan faktanya.

"Bahwa perbuatan terdakwa menggunakan dana desa tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya sehingga merugikan keuangan negara Rp 350 juta," ujar Majelis Hakim.

Sebelumnya, berdasarkan penelusuran putusan di situs Mahkamah Agung, nama Aulya Iyus Mulyadi sempat diputus bersalah melakukan tindak pidana perusakan barang secara bersama-sama‎. Putusan dengan nomor perkara 293/Pid.B/2017/PN PWK itu menyatakan Aulya dijatuhi pidana selama 1 tahun penjara. [yud]


Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00