KABUPATEN GARUT

Lagi, Sentra Gakkumdu Stop Penyelidikan Kasus Dugaan Money Politics

Hukum  RABU, 15 MEI 2019 , 23:25:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IRFAN

Lagi, Sentra Gakkumdu Stop Penyelidikan Kasus Dugaan Money Politics

Ilustrasi/Net

RMOLJabar. Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Garut, menghentikan dugaan kasus money politics yang melibatkan calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat asal partai Golkar berinisal AG.

Penghentian kasus ini, kali keempat sentra Gakkumdu Garut, menghentikan penyelidikan kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu (TPP), setelah sebelumnya Sentra Gakkumdu Garut juga telah menghentikan penyelidikan tiga kasus serupa.

Komisioner Bawaslu Garut, Asep Nurjaman mengatakan empat kasus dugaan money politics itu dihentikan karena tidak ada alat bukti yang mengkaitkan sumber dana .

"Yang teregristrasi itu ada empat. pertama di wilayah karpaw (Karang Pawitan), di wilayah Bungbulang , ketiga di Garut Kota dan keempat di Cisurupan. Berdasarkan pembahasan kami di sentra Gakumdu, kami menyimpulkan dari empat kaitan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu, money politics, itu memang tidak diteruskan, karena memang tidak cukup alat bukti. Salah satunya adalah terputusnya tidak ditemukannya sumber, si penerima ini menerima dari siapa, sampai pembahasan kedua ini kami tidak menemukan kaitan dengan itu," kata Asep kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (15/05 ) malam.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Garut menindaklanjuti tujuh kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu ( TPP ). Ketujuh kasus itu terdiri dari empat kasus dugaan money politics dan tiga kasus dugaan penambahan dan pengurangan suara.

Kasus dugaan money politics terakhir yang ditindaklanjut dan masuk dalam pembahasan kedua sentra Gakkumdu Garut adalah kasus yang menyeret nama AG, caleg Provinsi Jabar asal Partai Golkar sekaligus ketua DPRD Garut. [yud]


Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00