KOTA TASIKMALAYA

KH Yayan Bunyamin: Politik Identitas Bisa Sirna Oleh Khittah Pesantren

Politik  KAMIS, 16 MEI 2019 , 00:03:00 WIB | LAPORAN: SYAMSUL ARIFIN

KH Yayan Bunyamin: Politik Identitas Bisa Sirna Oleh Khittah Pesantren

KH Bubun Bunyamin/RMOLJabar

RMOLJabar. Politik identitas yang sedang marak di Indonesia, dirasa sudah kronis dan harus segera ditanggulangi dengan kembali kepada khittah budaya pesantren yang menjunjung tinggi egaliterianisme.

Direktur Ahlussunnah Wal-Jamaah Nahdlatul Ulama Center Kota Tasikmalaya, KH Yayan Bunyamin menegaskan bahwa pesantren terlahir pada masa penjajahan dimana stratifikasi sosial masyarakat sedang digonjang ganjing.

"Ya kan pada saat pesantren hadir, kondisi masyarakat di Nusantara sedang dikotak-kotak dengan kasta," ungkap KH Yayan saat berkunjung ke Pesantren Al-Itqon Pangandaran, Rabu (15/5).

Pesantren kata KH Yayan, hadir dengan egaliterianisme dan landasan pesan universal Islam yang dibawa oleh rasululloh Muhammad SAW, yakni Al Musawwamatul Insaniah atau kesetaraan derajat.

"Pesannya kan sudah sangat gamblang. Manusia itu berasal dari Adam AS dan tidak ada suku, ras dan golongan yang paling baik. Semuanya sama dihadapan sang Khaliq," imbuh KH Yayan.

Politik identitas dan saling hujat antar ras kata KH Yayan, ini bisa selesai apabila nilai inti pesantren bisa diterapkan dalam politik di Indonesia.

"Di pesantren kan tidak ada perbedaan, mau anak siapa, bayar berapa. Aturan yang dipakai tetap sama dan tidak ada yang di istimewakan," papar KH Yayan. [yud]


Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00