MUI Jabar Haramkan Gerakan People Power Jika Inkonstitusional

Politik  KAMIS, 16 MEI 2019 , 02:38:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

MUI Jabar Haramkan Gerakan <i>People Power</i> Jika Inkonstitusional

Multaqo Ulama/RMOLJabar

RMOLJabar. Menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi yang akan dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 22 Mei 2019, Isu people power semakin hangat diperbincangkan oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengharamkan umat islam untuk mengikuti aksi people power yang direncanakan akan digelar bersamaan dengan diumumkannya hasil rekapitulasi Pemilu oleh KPU RI.

Hal tersebut disampaikan, Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei dalam kegiatan Multaqo Ulama, dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Jawa Barat di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Rabu, (15/5).

Rahmat Syafei mengungkapkan, pihaknya mengharamkan hal tersebut bukan tanpa alasan atau tidak berdasar. Menurutnya, aksi people power yang direncanakan bersamaan dengan pengumuman hasil rekapitulasi oleh KPU RI itu diindikasikan upaya bugot (pemberontakan) dalam istilah fiqih.

"Bisa dikenai haram people power dikarenakan itu termasuk bugot, dan itu dilarang harus diperangi, people power yang sama dengan bugot itu adalah haram," ucapnya.

Rahmat pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya umat islam, untuk tidak terprovokasi dan tidak terlibat dalam aksi people power tersebut.

"Oleh karena itu ajakan apapun, istilahnya people power itu, jangan diikuti itu hanya perbuatan yang mencoba menggiring atau membuat masyarakat terbawa arus," tuturnya.

Selain itu, Rahmat juga menambahkan, seyogyanya masyarakat tidak mendelegitimasi penyelenggara pemilu, yang telah bekerja keras dalam menyukseskan Pemilu 2019.

"Perlunya ketertiban sesuai dengan UUD yang berlaku, dan berkaitan dengan pemilu yaitu dilaksanakan oleh kpu, kpu sedang bekerja tidak usah diganggu, dan apabila ada ketidakpuasan itu ada koridornya, tidak usah untuk disampaikan dijalanan," pungkasnya. [aga]

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00