Perkembangan Teknologi Pesat, Pesantren Harus Bisa 'Ngigelan Jaman'

Ragam  KAMIS, 16 MEI 2019 , 02:53:00 WIB | LAPORAN: SYAMSUL ARIFIN

Perkembangan Teknologi Pesat, Pesantren Harus Bisa 'Ngigelan Jaman'

KH Yayan Bunyamin/RMOLJabar

RMOLJabar. Era globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat hari ini, dinilai bertolak belakang dengan tradisi pesantren yang masih menjunjung tinggi budaya tradisional.

Namun begitu, Pesantren diharapkan tidak menjadikan perkara tersebut sebagai hambatan, melainkan harus bisa 'Ngigelan Jaman' atau mengikuti irama jaman dalam proses pendidikan karakter.

Direktur Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) Nahdlatul Ulama (NU) Center Kota Tasikmalaya, KH Yayan Bunyamin menilai ada dua kompetensi wajib yang harus dimiliki para santri di era milenial.

"Dua kompetensi wajib ini ada grassroot undertranding dan worldclass competence supaya santri bisa ngigelan jaman," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (15/5).

Grassroot understanding bertujuan supaya para santri bisa menyentuh jamaah disegala lini, baik dikalangan atas ataupun si miskin sekalipun.

"Keduanya itu kan worldclass competence, supaya para santri ini bisa masuk kepada lini luar negeri dan bangsa yang berbeda," imbuhnya.

Dari kedua kompetensi wajib ini, santri di masa kini harus mulai bisa bertransformasi dengan menguasai ilmu komunikasi, bahasa asing dan teknologi tanpa melepaskan budaya tradisionalnya.

"Kalau budaya tradisionalnya ini kan ruh santri, sementara dua kompetensi adalah bumbu supaya bisa turut andil dalam perkembangan di dunia," tukasnya.

Lebih lanjut KH Yayan meminta, pemerintah juga harus turut andil dengan membuatkan regulasi supaya sinkronisasi bisa terjadi dengan baik.

"Ditahun ini saja, saya menerima informasi kebutuhan imam mesjid diluar negeri itu sangatlah banyak, kalau tanpa kompetensi yang baik, santri dari Indonesia akan sangat kesulitan untuk turut andil dalam membangun peradaban islam," Tegas KH Yayan. [aga]

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00