Impor Guru, PGRI Kota Sukabumi Khawatirkan Rasa Nasionalisme

Ragam  KAMIS, 16 MEI 2019 , 11:20:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIQ SUPRIADI

Impor Guru, PGRI Kota Sukabumi Khawatirkan Rasa Nasionalisme

Dudung Nurullah Koswara/RMOLJabar

RMOLJabar. Wacana "impor guru" yang digulirkan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani ditanggapi banyak pihak.

Diungkapkan Ketua PGRI Kota Sukabumi Dudung Nurullah Koswara, Kamis (16/5), "impor guru" dikhawatirkan akan bawa dampak buruk bagi dunia pendidikan Indonesia terutama berkaitan dengan rasa nasionalisme.  

"Dampak negatifnya ada budaya baru dari asal guru yang diundang dan rasa nasionalisme agak renggang menuju rasa globalisme," kata Dudung.

Dudung pun lantas berupaya menjelaskan arti "impor guru" menurut versinya. Menurutnya pernyataan Menteri Puan itu tidak seperti yang digambarkan masyarakat.

"Impor guru lebih kepada pertukaran guru. Jadi ada rencana mengundang guru terbaik dari luar negeri atau guru kita ke luar negeri. Saling belajar," ucapnya

Dengan pemahaman "impor guru" yang dia anut, Dudung mengaku akan menyambut baik rencana menteri Puan tersbut. Karena menurutnya pertukaran tersebut baik dan positif. "Baik ke luar ataupun ke dalam, itu sama sama positif. Banyak dampak positifnya," ungkapnya.

Meskipun begitu, harus ada pra pertukaran guru terlebih dahulu. Hal itu untuk mempelajari karakter bangsa masing-masing. "Harus ada pra pertukaran dulu biar tak banyak dampak negatif," pungkasnya. [son]



Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00