Perang Sarung Berujung Pembacokan, Satu Orang Mengalami Luka Di Bagian Kepala

Peristiwa  KAMIS, 16 MEI 2019 , 13:24:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIQ SUPRIADI

Perang Sarung Berujung Pembacokan, Satu Orang Mengalami Luka Di Bagian Kepala

Kapolres memperlihatkan barang bukti /RMOLJabar

RMOLJabar. Jajaran Polres Sukabumi Kota mengamankan dua terduga pelaku kekerasan berinisial RA (18) dan MR (18). Keduanya diamankan usai menyebab seorang mengalami luka pada bagian kepala.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat kelompok pemuda terlibat dalam perang sarung yang belakangan sempat menghebohkan warga Sukabumi. Namun yang mereka bawa bukan hanya sarung. Melainkan sejumlah benda tajam seperti golok.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sarung yang dipakai perang tersebut diisi berbagai benda di dalamnya. Mulai dari batu, gear hingga barang lainnya.

"Motif mereka bersaing antar kelompok. Selain itu, sebagai bentuk aktualisasi kelompok mereka lebih hebat dibandingkan yang lainnya," ujarnya di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (16/5).

Menurut Kapolres, saat ini perang sarung sedang tren di Kota Sukabumi. Sehingga menjadi atensi pihak kepolisian. Terutama agar tidak menimbulkan korban.

"Kita sudah melaksanakan operasi suci ramadhan di 15 titik dan menggagalkan berbagai aksi tawuran di wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya. Aksi tawuran ini bisa antar kelompok, antar RW ataupun antar kampung," ucapnya.

Orang yang melakukan perang samping atau sarung tersebut dilakukan oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mereka melakukannya mulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang sahur.

"Terkait hal ini, kita selesaikan dengan tokoh masyarakat agar tidak terjadi tawuran antar remaja," ungkapnnya.

Bahkan Polres Sukabumi Kota sendang menyelidiki adanya ajakan perang sarung di media sosial. Termasuk di dalam grup yang ada di media sosial. "Terkait ajakan di medsos sedang penyelidikan," terangnya.

Mengenai pelaku terduga kekerasan sendiri, kata Kapolres, mereka masih berusia di bawah umur. Sehingga prosesnya secara diversi. "Ada pelaku di bawah umur, kita lakukan diversi," pungkasnya. [din]



Komentar Pembaca