Soal Pertemuan Tokoh Muda Nasional Di Bogor, Emil: Kerukunan Adalah Misi Utama

Politik  KAMIS, 16 MEI 2019 , 14:17:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Soal Pertemuan Tokoh Muda Nasional Di Bogor, Emil: Kerukunan Adalah Misi Utama

Tokoh muda nasional /RMOLJabar

RMOLJabar. Sejumlah tokoh muda nasional bersilahturahmi di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Kota Bogor. Pertemuan tertutup tersebut membahas sejumlah topik, termasuk pembangunan nasional.

Inisiator pertemuan, Walikota Bogor Bima Arya, mengatakan, bahwa latar belakang politik bukan alasan untuk tak menjalin persahabatan.

Ia pun menyebut semua tokoh muda nasional yang hadir, salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bersepakat menyebarkan semangat persatuan.

"Kita cinta Indonesia, kita berdiskusi bagaimana membangun Indonesia dengan cara-cara damai. Kedua, kita berdiskusi tentang kondisi tanah air pasca pilpres, agar seluruh proses yang ada kita hormati. Berikan tempat pada koridor hukum, sambil kita mempererat silaturahim," ucap Bima, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (16/5).

Selain Bima Arya dan Ridwan Kamil, hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Selain sederet kepala daerah, turut hadir Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, dan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono.

Menurut Bima, pertemuan tersebut diselimuti suasana santai. Topik terbesar yang dibahas, kata dia, adalah soal persatuan dan nasib bangsa Indonesia di tangan para generasi muda. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang-ruang perpecahan di setiap daerah.

"Demi Indonesia yang lebih baik dan Jaya pada saatnya," ujarnya.

Sedangkan Ridwan Kamil menyatakan, bahwa landasan dari pertemuan tokoh-tokoh muda tersebut adalah kegelisahan yang sama. Dengan kata lain, ada kekhawatiran yang sama akan ruang-ruang perpecahan di tengah kehidupan masyarakat.

Maka itu, Emil berharap akan hadirnya ruang informasi yang menyejukkan atau ruang yang menyebarkan informasi positif untuk menyejukkan hati masyarakat.

"Rakyat adalah cerminan pemimpinnya, pemimpin adalah adalah suara rakyatnya," katanya.

Emil juga berharap ada momen demokrasi yang bisa menjadi momen silaturahim. Yang mana rakyat bisa menyampaikan harapannya, sekaligus menjadi ruang menjaga persahabatan untuk Indonesia yang lebih baik, kini dan mendatang.

"Karena dengan kerukunan, kondusivitas yang menjadi modal utama majunya suatu bangsa bakal terawat," tandasnya [din]



Komentar Pembaca
Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 22:28:40

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad