Majalengka Menjadi Daerah Penyumbang Stunting Skala Nasional

Ragam  KAMIS, 16 MEI 2019 , 15:11:00 WIB | LAPORAN: DEFRI ARDYANSYAH

Majalengka Menjadi Daerah Penyumbang Stunting Skala Nasional

Pembukaan acara generasi bersih dan sehat /RMOLJabar

RMOLJabar. Bupati Majalengka, H Karna Sobahi secara resmi membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terkait masalah Stunting.

Seperti diketahui, stunting menjadi perhatian utama pemerintah pusat maupun daerah. Berdasarkan hasil Riskedas, pada tahun 2013 angka stunting mencapai 37,2%. Terakhir pada tahun 2018 mengalami menurun menjadi 30,8%.

Menurut Karna stunting menjadi hal yang sangat menakutkan, karena berkaitan dengan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. "Stunting ini kalau saya lihat adalah berkaitan dengan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Kalau menurut orang Majalengka, stunting itu mirip dengan istilah kate atau pendek pada pertumbuhan badannya," ucap Karna Sobahi.

Masih menurut Karna, Majalengka saat ini termasuk pada golongan 60 besar daerah penyumbang stunting sekala Nasional. Terdapat 10 kecamatan yang mengalami stunting di Kabupaten Majalengka. "Beberapa kecamatan yang sampai saat ini dikategorikan sebagai penyumbang stunting yang berada di Kabupaten Majalengka, diantaranya Cisambeng, Keramat, Majasari, Sindanghurip, Buniwangi, Cisoka, Kertahayu, Sutawangi, Kepuh dan liangjuang,” tambahnya.

Karna Sobahi juga menghimbau kepada seluruh instansi dan lembaga pemerintah maupun swasta untuk senantiasa bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Majalengka, karena ini menyangkut tentang hidup masa depan generasi muda Majalengka kedepannya. "Semua instansi dan lembaga termasuk saat ini hadir para camat saya menghimbau untuk terus bergerak bersama sama dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Majalengka, agar masa depan generasi muda Majalengka kedepannya gemilang dan Raharja," ungkapnya.

"Saya mengajak kepada generasi millenial yang hari ini hadir untuk bisa saling memberikan informasi kepada sanak saudaranya, kerabatnya atau tetangganya terkait masalah stunting. Stunting itu bukan masalah mistis atau karma, akan tetapi ini masalah tentang kekurangan gizi yang mengakibatkan pada pertumbuhan badan anak usia dua tahun," pungkas Karna Sobahi saat membuka acara Generasi Bersih dan Sehat, Majalengka, Kamis (16/5). [din]



Komentar Pembaca