Bamusi Sarankan Massa 212 Batalkan Iftar Akbar Di KPU RI

Politik  KAMIS, 16 MEI 2019 , 16:22:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Bamusi Sarankan Massa 212 Batalkan Iftar Akbar Di KPU RI

Faozan Amar /RMOLJabar

RMOLJabar. Proses rekapitulasi suara tingkat nasional yang dilakukan KPU RI berada dalam bayang-bayang suasana memanas. Menurut rencana, Massa 212 akan menggelar Iftar (buka puasa) Akbar selama 2 hari di kantor KPU RI. Acara tersebut akan dilakukan sebelum dan saat rekapitulasi berlangsung, tepatnya pada tanggal 21-22 Mei 2019.

Rencananya, selain buka puasa akbar, Massa 212 juga akan menggelar peringatan Nuzulul Quran. Sekitar puluhan hingga ratusan ribu massa diperkirakan akan datang. Mereka tidak menginap, namun memang sekaligus dalam rangka pemantauan proses perhitungan rekapitulasi suara KPU RI.

Menanggapi hal itu, Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Faozan Amar mengatakan, setiap orang dan sekelompok orang dibenarkan oleh UU untuk berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat, dijamin oleh konstitusi.

Namun demikian, sekalipun dilindungi UU, lanjut Faozan, tetap diikat oleh kepentingan dan hak orang lain. Artinya, tidak boleh dilakukan sebebas-bebasnya, karena dibatasi oleh undang-undang dan norma yang ada sebagaimana dalam Pasal 28 J ayat 1 dan 2 UUD 1945.

"(1). Setiap orang wajib untuk menghormati hak asasi orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara. (2). Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis," ujar Faozan Amar kepada RMOL Jabar, Kamis (16/5).

Menurut Faozan, berdasarkan landasan konstitusi tersebut, maka acara buka puasa di halaman kantor KPU dapat dikategorikan mengganggu hak orang lain, terutama para pengguna jalan dan mereka yang tinggal dan bekerja di daerah tersebut.

Faozan yang juga Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP. Muhammadiyah menambahkan, acara tersebut juga bertentangan dengan nilai-nilai agama, karena menimbulkan kemudharatan yakni mengganggu kekhusu'an umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Apalagi ada sunah yang dapat dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa, yakni menyegerakan berbuka puasa (takjil). Karena itu, sebaiknya tunggu saja hasil pengumuman resmi KPU di tempat masing-masing. Bisa di rumah, kantor, masjid dan lain-lain. Itu akan lebih elegan. Toh demo yang dilakukan tidak akan merubah hasil pemilu," pungkasnya. [din]



Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00