Delapan Kasus Kepemiluan Di Pangandaran Tamat, PSU Masih Lanjut

Politik  KAMIS, 16 MEI 2019 , 20:49:00 WIB | LAPORAN: SYAMSUL ARIFIN

Delapan Kasus Kepemiluan Di Pangandaran Tamat, PSU Masih Lanjut

Jajaran Bawaslu saat kajian kasus kepemiluan/RMOLJabar

RMOLJabar. Akibat tidak memenuhi unsur, beberapa kasus dugaan Tindak Pidana Pemilu (TPP) di Kabupaten Pangandaran terpaksa dihentikan dan dianggap tuntas pada pembahasan kedua di Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan menegaskan, ada beberapa kasus kepemiluan yang berhenti dan ada juga yang lanjut.

"Kalau yang berhenti itu, ada 5 dugaan money politic, 2 dugaan kesalahan kampanye dan 1 dugaan penggelembungan suara di TPS," ungkap Iwan kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (16/5).

Lima dugaan money politics, kata Iwan, terjadi di dua Kecamatan, yakni 1 kasus di Cimerak dan 4 kasus di Padaherang. semuanya tidak terbukti karena banyak unsur kasus yang kurang.

"Kalau dugaan kesalahan kampanye ini orangnya sama, yakni Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Ini terjadi di Cimerak dan Parigi, keduanya tidak terbukti," imbuh Iwan.

Untuk dugaan penggelembungan suara, kata Iwan, terjadi di TPS 4 Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih dengan penggugat Partai Gerindra dan tergugat KPU Kabupaten Pangandaran juga kurang unsur.

"Kalau yang masih lanjut itu ada kasus pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang tidak dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Pangandaran. Ini sedang dibahas di Gakkumdu Provinsi Jabar," papar Iwan.

Dugaan PSU yang tidak dilaksanakan, ini ada tiga ajuan. Pertama pidana, keduanya perdata dan yang terakhir Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Tahapannya kan ada pemenuhan unsur materil yang berimplikasi pada penyelidikan, kedua ada pendalaman kasus dari hasil penyelidikan. Rata rata selesai di sini, tapi kalau yang PSU, ini terus dilanjut," tegas Iwan. [gan]


Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00