Ratuasan Aduan Quick Response KBB Lamban Ditangani Dinas

Pemerintahan  JUM'AT, 17 MEI 2019 , 18:57:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Ratuasan Aduan Quick Response KBB Lamban Ditangani Dinas

Petugas KBB RQ Menerima Pengaduan Masyarakat/RMOLJabar

RMOLJabar. Setelah berjalan sekitar enam bulan, sistem pengaduan masyarakat diberi nama Kabupaten Bandung Barat Quick Response (KBB QR) masih belum cukup efektif dalam mengatasi berbagai pengaduan masyarakat.

Tidak seperti ketika awal diluncurkan, belakangan ini warga yang mengadukan pelayanan pemerintah pun jauh berkurang.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) KBB, sejak diluncurkan pada Oktober 2018, jumlah pengaduan yang masuk ke KBB QR sampai Mei 2019 ini berjumlah sebanyak 696 aduan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 444 aduan belum ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfotik KBB Edo Endrawan mengatakan, dari keseluruhan aduan yang masuk ke KBB QR, sebanyak 238 aduan sudah selesai. Dinas Kesehatan menjadi salah satu perangkat daerah paling cepat menanggapi aduan warga di KBB QR.

"Sekarang ini per bulan ada sekitar 20-30 pengaduan. Pengaduan yang bercanda atau curhat juga ada, tapi tidak kami masukan ke aplikasi. Soalnya, kami belum menerima pengaduan yang bersifat curhat," kata Edo di kantornya, Ngamprah, Jumat (17/5).

Menurut dia, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merupakan perangkat daerah yang paling banyak diadukan. Sejumlah warga pun melakukan pengaduan yang berulang.

Edo mengatakan, seluruh pengaduan masyarakat yang masuk ke KBB QR dapat dipantau oleh bupati dan wakil bupati. Masyarakat umum, kata dia, tidak dapat mengetahui pengaduan yang masuk. Namun, dia membantah bahwa pengaduan di KBB QR bersifat rahasia.

"Yang bisa mengakses cuma admin, lalu bupati dan wabup. Pengaduan warga di KBB QR itu bukan rahasia, tapi barangkali tidak patut diungkapkan ke publik. Di sini, kami cuma seperti pintu, cuma buat akses masuk pengaduannya. Jadi, pengaduan itu kami sampaikan ke dinas terkait," tuturnya.

Setelah pengaduan disampaikan ke dinas terkait, terang dia, dinas terkait berkewajiban untuk menindaklanjutinya. Tindak lanjut pengaduan itu disampaikan ke KBB QR, lalu diteruskan kepada pengadu.

"Kalau sudah ditindaklanjuti, di sistemnya kami tandai terselesaikan dan kita update juga ke pengadu melalui nomor ponselnya," ujarnya.

Pada Oktober tahun lalu, Diskominfotik mencatat ada ribuan pengaduan warga yang masuk ke KBB QR. Akan tetapi, dari ribuan pengaduan yang masuk itu, sebagian besar pengaduan justru tak menyampaikan substansi permasalahan atau aspirasi dari pengirimnya. KBB QR memanfaatkan platform WhatsApp di nomor 08118071112.[son

Komentar Pembaca