Banjir Di Kota Bandung Tidak Bisa Dianggap Enteng

Politik  SABTU, 18 MEI 2019 , 04:02:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Banjir Di Kota Bandung Tidak Bisa Dianggap Enteng

Diskusi KNPI Kota Bandung/RMOLJabar

RMOLJabar. Persoalan banjir di Kota Bandung sudah tidak bisa lagi dianggap enteng. Semua pihak dinilai perlu terintegrasi untuk menangani musibah tersebut.

Demikian disampaikan, Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kota Bandung Bidang Penanggulangan Bencana, Rizky Januar di sela-sela diskusi bertajuk "Penanggulangan Bencana Banjir", di Gedung PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya Kota Bandung, Jumat (17/5).

Menurutnya, sebagai kota dengan penduduk yang sangat padat, banjir di kota Bandung kerap disesalkan lantaran cukup mengganggu. Pasalnya, jika hujan yang terjadi hitungan 30 menit saja banjir genangan atau cileuncang bisa terjadi sampai ketinggian 30 centi meter.

"Di kota Bandung saat ini hujan nya beberapa menit tapi mobil bisa sampai setengah ban terendam, belum lagi kejadian banjir bandang di Mandalajati itu, tentu ini menjadi perhatian kita bersama untuk dikaji apa akar dan bagaimana solusinya," ucap Rizky.

Rizky menyebutkan, satu diantara penyebab banjir di Kota Bandung, yaitu masih banyaknya bangunan-bangunan yang nakal dan tidak mematuhi peraturan daerah.

"Kebanyakan bangunan masih melanggar perda, contoh dalan perda itu harus ada sumur resapan atau biopori dan ruang terbuka hijau (RTH) tapi apakah pernah liat ada RTH di pasar modern? tidak ada, semuanya habis untuk parkir dan pakai cor, sedangkan cor sendiri kan tidak bisa meresap air," ujarnya.

Ia juga memberi catatan, agar pemerintah Kota Bandung bisa lebih serius dalam menangani persoalan banjir, dengan melibatkan semua pihak termasuk pemuda.

Dalam diskusi tersebut, Rizky cukup menyesalkan lantaran pihak pemerintah Kota Bandung yang diundang yakni Dinas Tata Ruang berhalangan hadir dalam kesempatan tersebut.

"Mungkin ya kalau boleh dibilang acuh, mungkin acuh, sekarang untuk diajak saja diskusi saja susah mungkin karena kita pemuda dianggap ah pemuda tahu apa mungkin, bukan saya berburuk sangka tapi yang kita pemuda sepertinya belum dinilai penting terlibat dalam persoalan ini," tegas Rizky.

Selain itu, Rizky juga menyoroti pada pelaksanaan program penanggulangan bencana di kota Bandung yang dirasa belum sepenuhnya dilaksanakan secara serius.

"Bandung dilanda banjir cukup sering sering itu sejak 2013-2019, sekitar enam tahun lalu, pemerintah itu kan diamanahi rakyat, balik lagi aja tanya ke masayarakat apa masih merasakan banjir atau tidak, kalau masih ya berarti programnya belum maksimal dong," kata Rizky.

Disinggung terkait hasil diskusi yang dilaksanakan KNPI Kota Bandung, Rizky mengungkapkan sebagai bentuk pengejawantahan diskusi tersebut, pihaknya akan melakukan penanaman pohon sebagai upaya jangka panjang meminimalisir potensi banjir Kota Bandung di masa depan.

"Selain itu juga nanti kita kerja sama dengan dinas pendidikan untuk penanaman pohon di sekolah dasar tentu bukannya sekedar penanaman tapi yang lebih penting adalah pendidikan agar siswa bisa belajar mencintai lingkungan sejak usia dini," pungkasnya. [gan]

Komentar Pembaca