Kapal Perang Amerika, Jepang dan Australia Sambangi Indonesia, Begini Kata Pengamat

Politik  SENIN, 20 MEI 2019 , 04:58:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kapal Perang Amerika, Jepang dan Australia Sambangi Indonesia, Begini Kata Pengamat

USS Blue Ridge/Net

RMOLJabar. Direktur Eksekutif Global Future Institute Hendrajit menilai kedatangan kapal angkatan laut dari tiga negara anggota kelompok Persekutuan Empat Negara (Quadrilateral Securiy Dialogue/QUAD) tidak perlu dikhawatirkan Indonesia. Negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat, Jepang dan Australia.

Meski demikian, ia menilai kedatangan kapal laut dari tiga negara itu bisa menjadi pemantik dengan gejolak politik pemilihan presiden, khususnya menjelang pengumuman resmi hasil pemilu pada 22 Mei mendatang.

"Kalau soal pilpres buat mereka memang pemantik, yang intinya tetap kerangka persaingan global kelompok Quad ini plus China ya," ungkap Hendrajit kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/5), seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Sementara itu Kepala Seksi Analisa Strategis Kementerian Pertahanan (Kemhan) Andi Muhammad Darlise mengatakan, kedatangan mereka seperti kepentingan global yang tidak ada urusan dengan situasi politik di tanah air, khususnya kepemiluan.

Namun yang terpenting kata dia, bahwa negara-negara ini memang memiliki kepentingan global dalam arti bersaing dengan kawasan di Indonesia.

"Karena memang sekarang ini ada perebutan wilayah di timur di Indonesia, khususnya di pasifik yang kini menjadi perebutan antara China dan AS. AS akan membangun pangkalan di Papua Nugini, sementara juga mendapat saingan dari China yang akan membangun pangkalan di Nauru, nah era sekarangkan Indo-Pasifik," paparnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/5).

"Nah AS dengan sekutunya melihat peluang di Timur, khususnya di wilayah Asia Pasifik, saya berpikir bahwa mereka datang ke sini dalam rangka melakukan Navy Maritime Diplomacy yang mereka lakukan," tegasnya.

Kedatangan kapal-kapal asing itu sebagai tanda diplomasi angkatan laut juga senada dengan Pengamat Intelijen dan Pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati.

"Berkumpulnya kapal-kapal asing itu jangan dianggap selalu sebuah tanda bahaya ya. Angkatan Laut punya fungsi Diplomasi. Bila ada kunjungan persahabatan Angkatan Laut negara lain wajar saja bawa kapal perang kebanggaan mereka," tandasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/5).

Sebelumnya, sepanjang Mei 2019, kapal laut asing telah mengunjungi Indonesia diantaranya Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Blue Ridge, bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 1 hingga 5 Mei.

Kedatangan kapal perang tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Kedua, Kapal Perang Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) merapat ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Rabu (8/5), yang disebutnya sebagai upaya untuk semakin mempererat kemitraan dengan Angkatan Laut RI.

Dan yang terakhir pada Sabtu (18/5) Dua kapal Angkatan Laut Australia, HMAS Canberra dan HMAS Newcastle juga berkunjung ke Jakarta, tepatnya di JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dua kapal itu tiba merupakan bagian dari misi Indo-Pacific Endeavour 2019 untuk memperdalam kerja sama Australia dengan pasukan keamanan kawasan. [jar]


Komentar Pembaca