Dahnil Anzar: Sweeping Masa Aksi 22 Mei Menunjukan Sikap Anti Demokrasi

Politik  SENIN, 20 MEI 2019 , 10:07:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Dahnil Anzar: Sweeping Masa Aksi 22 Mei Menunjukan Sikap Anti Demokrasi

Dahnil Anzar Simanjuntak/Net

RMOLJabar. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak geram dengan perlakuan pemerintah melalui aparat kepolisian, yang menggelar sweeping di beberapa daerah untuk mengantisipasi masa yang hendak datang ke Jakarta.

Polda Jatim salah satunya, yang menggelar sweeping di Stasiun Pasar Turi dan Terminal Bus Bungurasih. Aksi tersebut untuk mengantisipasi aksi people power pada tanggal 22 Mei.

Dahnil menilai, pemerintah telah menciderai demokrasi yang telah menjadi sistem di Republik ini. Sehingga, perlakuan negara dengan sangat refresif tersebut menunjukan sikap anti demokrasi.

"Negara sampai saat ini, melalui aparatnya menunjukkan laku anti demokrasi melalui sweeping dan penghalang-halangan rakyat untuk berserikat dan berpendapat dengan damai," kata Dahnil dalam cuitan Twitternya, Senin (20/5).

Padahal kata Dahnil, setiap aksi yang dilakukan oleh masyarakat, tidak pernah berujung kerusuhan. Namun setiap aksinya, masyarakt telah mencerminkan keindahan dan keamanan.

"Rakyat menunjukkan kelas akhlaknya sejak aksi besar 212. Damai, bersih dan tak ada yg disakiti," pungkasnya. [yud]



Komentar Pembaca