Dedi Mulyadi: Gugat Hasil Pemilu Ke MK Lebih Terhormat Dibanding Aksi Di Jalanan

Politik  SELASA, 21 MEI 2019 , 17:44:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Dedi Mulyadi: Gugat Hasil Pemilu Ke MK Lebih Terhormat Dibanding Aksi Di Jalanan

Dedi Mulyadi/Net

RMOLJabar. Langkah paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno, yang akan menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), lebih terhormat dibandingkan dengan melakukan aksi politik hukum di jalanan.

Begitu dikatakan, Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin Daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam keterangannya, Selasa (21/5).

"Lebih terhormat menggugat hasil pemilu di MK daripada melakukan aksi politik di jalanan," kata Dedi.

Menurut Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat itu, langkah seorang negarawan selalu menggunakan koridor konstitusi dalam menyelesaikan setiap problem.

Mahkamah Konstitusi, kata dia, adalah pintu konstitusi yang bisa ditempuh siapa pun yang keberatan atas baik hasil pemilihan presiden maupun pemiliha legislatif.

"Sehingga jalan itu (menggugat ke MK) lebih baik dibanding dengan langkah politik hukum jalanan dalam menyelesaikan setiap problem yang sebenarnya tak akan selesai, bahkan akan menyebabkan masalah baru dalam kehidupan demokrasi," tandas Dedi.

Selain itu kata Dedi, Jokowi-Ma'ruf Amin bisa melanjutkan pembangunan yang selama ini sudah dilakukan dengan baik. Sementara untuk yang kalah, kubu Prabowo-Subianto bisa menjadi oposisi tetapi sesuai koridor hukum.

"Jika menjadi oposisi, silakan memberi kritik konstruktif berdasarkan fakta dan data. Tapi tidak berdasarkan hoaks karena jndonesia tidak mengenal kritik berdasarkan hoaks," jelasnya.

Selanjutnya, Dedi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu kembali dan menerima hasil pemilu 2019 dengan legawa.

"Hasil pemilu sudah diumumkan dan Jokowi-Ma'ruf Amin raih suara terbanyak. Mari kita hormati hasil pemilu yang sudah memakan korban jiwa. Mereka sudah berkorban demi menegakkan demokrasi," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca