Imbauan Prabowo Untuk Aksi 22 Mei: Perjuangan Kita Harus Damai Dan Jauh Dari Kekerasan!

Politik  SELASA, 21 MEI 2019 , 08:40:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Imbauan Prabowo Untuk Aksi 22 Mei: Perjuangan Kita Harus Damai Dan Jauh Dari Kekerasan!

Prabowo Subianto/net

RMOLJabar. Banyaknya kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 picu kekecewaan dan kerisauan di kalangan masyarakat. Sehingga wajar jika kemudian rakyat Indonesia bergerak untuk menyampaikan aspirasi dan haknya yang kini sedang dirampas dan diperkosa.

Hal itu diungkapkan Capres 02 Prabowo Subianto dalam sebuah video rekaman yang dia unggah , Selasa (21/5).

Namun demikian, mantan Danjen Kopassus itu menghimbau agar aksi penyampaian pendapat yang akan digelar tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

"Apapun tindakan dan aksi yang ingin Anda lakukan besok, kalau saudara-saudara sungguh mau mendengarkan saya, saya terus mengimbau agar semua aksi dan kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian. Kita menjalankan langkah konstitusional, langkah demokratis, tapi damai. Tanpa kekerasan apapun," ujarnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Imbauan Prabowo tersebut ditujukan kepada peserta yang rencananya akan menggeruduk Kantor KPU RI, Rabu (22/5)  hingga tiga hari kemudian. Mereka menyuarakan banyaknya kecurangan dalam proses Pemilu 2019.

Eks Danjen Kopassus itu menambahkan, dirinya mendengar serangkaian isu yang menyebut aksi itu akan berujung kekerasan. Oleh karenanya, ia menyeru kepada para pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan selama menggelar aksi.

"Sekali lagi, apapun tindakan lakukan dengan damai, dengan bersahabat, dengan kekeluargaan, kita mohon aparat penegak hukum benar-benar mengayomi rakyat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan bahwa dirinya dan seluruh jajaran tidak mempunyai niat sedikitpun untuk makar dan menggulingkan pemerintahan yang sah. Sebaliknya, ia justru ingin menyelamatkan hukum dan menegakkan keadilan.

"Saya ingatkan perjuangan kita harus damai, harus bebas dari kekerasan. Memang kami banyak yang mantan tentara, kami mengerti apa arti perang dan kekerasan. Tapi kami sama sekali tidak menginginkan kekerasan dalam kehidupan berpolitik kita. Kalau terprovokasi, saya mohon, jangan dibalas," tandas Prabowo.

Tak hanya itu, ia juga menyebut perjuangan akan dilakukan sangat berat. Namun, seorang ksatria sejati memang senantiasa dihadapkan pada beratnya perjuangan.

"Jalan sulit itu jalan pendekar. Pendekar tidak boleh gentar menghadapi cobaan berat. Bilamana saudara disakiti, jangan balas," tandasnya.[son]

Komentar Pembaca