KAMMI Jabar Minta KPU Lakukan Evaluasi Besar-Besaran

Politik  RABU, 22 MEI 2019 , 16:30:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

KAMMI Jabar Minta KPU Lakukan Evaluasi Besar-Besaran

Net

RMOLJabar. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi didepan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, di Jalan Garut No.11 Bandung, dalam aksi massa menuntut agar KPU melakukan evaluasi besar-besaran pasca pengumuman pemilu 2019, khususnya soal kabar duka yang menimpa Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

"Untuk aksi hari ini kami ingin melakukan aksi solidaritas, aksi keprihatinan, terkait meninggalnya 622 petugas KPPS dan juga ribuan anggota KPPS yang sakit, yang selama ini cukup luput dari pemberitaan dan juga menjadi duka semua,"

Demikian dikatakan Ketua KAMMI Jabar, Naufan Rizqullah kepada RMOLJabar, disela-sela aksi yang masih berlangsung, Rabu (22/5).

KAMMI Jawa Barat berharap pemerintah tidak mengabaikan atau menganggap sepele kejadian ini. Jatuhnya korban bedasarkan data Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa.

Terkait hal itu KAMMI menyatakan sikap yaitu. KPU harus di evaluasi  secara menyeluruh meliputi regulasi, perencanaan, organisasi, rekrutmen, pelatihan, hingga dukungan dan fasilitas untuk anggota KPPS saat menjalankan tugas.

"KPU Harus membenahi sistem pemilu secepatnya, membuat satgas meneliti kematian para korban, Pemerintah harus meminta maaf secara resmi atas gagalnya mereka mencegah jatuhnya korban," tegasnya.

"Lalu kita juga meminta agar KPU melakukan evaluasi besar-besaran terkait dengan sistem pemilu yang berjalan, untuk pemilu kedepannya sehingga kedepannya tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini dan juga tidak memakan banyak korban untuk kedepannya," sambungnya.

Adapun alasan KAMMI melakukan aksi pada hari ini, atas pertimbangan jika KPU telah usai melakukan proses rekapitulasi, sehingga  Naufan berharap KPU dapat fokus kepada persoalan petugas KPPS.

"Alasan dilakukan hari ini, kita lebih kepada momentum beres proses rekapitulasinya, KPU sudah tidak ada beban lagi untuk bertanggung jawab secara hasil rekapitulasi, maka sekarang fokus KPU untuk menyelesaikan permasalahan ditingkat KPPS yabg masih jadi PR," tandasnya. [jar]

Komentar Pembaca