Jangan Sampai Indonesia Raya Jadi Sebuah Cerita

Politik  RABU, 22 MEI 2019 , 21:39:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIQ SUPRIADI

Jangan Sampai Indonesia Raya Jadi Sebuah Cerita

Ketua PB Himasi Eki Rukmansyah/Repro

RMOLJabar. Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi), menilai aksi massa 22 Mei terkait penolakan hasil rekapitulasi KPU dianggap sah. Hal itu selama mematuhi aturan yang ada.

"Sah-sah saja dilakukan dengan catatan tetap mematuhi aturan yang ada," ujar Ketua PB Himasi Eki Rukmansyah, Rabu (22/5).

Meskipun ada jalan lain yang bisa ditempuh, seperti halnya secara konstitusional dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Seperti tim Prabowo-Sandi akan melakukan gugatan ke MK," ucapnya.

Tak hanya itu, aksi massa pun jangan sampai terprovokaai oleh penunggang gelap. Hal itu terindikasi akan memanfaatkan momen ini.

"Jangan sampai jihad yang dimaknai salah oleh para teroris, sekarang dipakai secara politis," ungkapnya.

Bahkan menurutnya, capres 02 pun sempat berkata bahwa orang-orang yang melakukan kekerasan bukan sahabat Prabowo. Bahkan TNI pun sudah berdalih bahwa peluru tajam bukan dari aparat.

"Jangan sampai mau diadudomba oleh pihak ketiga," terangnya.

Apalagi, masyarakat di akar rumput sudah berdamai dan rukun kembali. Menurutnya, hanya segelintir orang yang senang memprovokasi dengan situasi seperti saat ini.

"Elit politik yang intrik dan teroris yang bergerak secara sistematis adalah contoh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena ketika terjadi kekerasan di akar rumput mereka hanya akan memberikan ucapan duka cita dan hanya membuat panas suasana saja dengan merasa pihak yang paling terdzolimi," paparnya.

Menurutnya, masa 01 dan 02 sudah selesai. Dia mengajak kubu pemenang untuk merangkul dan yang kalah.

"Kita jaga persatuan dan kesatuan kita sebagai Bangsa Indonesia. Kita jaga negara kita tetap ada, jangan sampai Indonesia Raya hanya menjadi cerita," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca