KABUPATEN MAJALENGKA

Perseteruan Dua Kader PDIP Di Bursa Pileg Jabar Sudah Selesai

Politik  KAMIS, 23 MEI 2019 , 03:34:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Perseteruan Dua Kader PDIP Di Bursa Pileg Jabar Sudah Selesai

Agus Syuhada/RMOLJabar

RMOLJabar. Perseteruan antar kader PDI Perjuangan dalam kemelut dugaan kecurangan suara disebut telah berakhir. 2 Caleg DPR RI dari Dapil IX Jabar yang mencakup Sumedang, Majalengka dan Subang, Sutrisno dan Bambang Suryadi hingga kini dikabarkan tak lagi mempermasalahkan dugaan kecurangan di Pemilu 2019.

"Itu sebetulnya sudah selesai," kata Ketua KPU Majalengka, Agus Syuhada di ruang kantornya, Rabu (22/5).

Agus menyebutkan, KPU Majalengka telah mengingatkan melalui pernyataan dan keterangan di beberapa media, bahwa untuk dugaan bahkan tuduhan adanya C1 Aspal agar dilakukan pembuktian. Tapi, nyatanya hingga sekarang tidak ada bukti.

Ternyata, menurut Agus, sempat juga beredar informasi bahwa dugaan penggelembungan suara dituduhkan pula oleh pihak lainnya, selain Sutrisno. Namun, lagi-lagi, dugaan atau tuduhan itu tak terbukti.

"Kita sudah sampaikan kalau ada yang Aspal ya silahkan tinggal dibuktikan, karena kami tidak pernah mengeluarkan C1 yang Aspal, sebagaimana amanat dalam PKPU 389, jadi hanya mengeluarkan salinan C1. Itu diberikan kepada saksi dan kemudian diberikan juga kepada Bawaslu. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa itu Aspal, ya kita silahkan saja dibuktikan. Bahkan, justru kemudian bisa dituntut balik sama kita. Dugaan aspal itu kan berarti pencemaran nama baik kepada KPU," tegas Agus.

Calon nomor urut 2, Bambang Suryadi melalui timsesnya kemudian melakukan dugaan yang sama. Perkara yang dilontarkan Caleg nomor 4, Sutrisno, konon, kata Agus, mendapatkan reaksi yang kemudian dituduhkan kepada KPU dengan sebab muncul perolehan suara yang cukup fantastis bagi Sutrisno.

"Padahal jauh banget bedanya, hasil perolehan di kita. Jadi kalau misalkan manipulasi, sangat tinggi dari 42.000 ke 6.000. Berarti kan selisih 36 ribu. Itu surat suara dari mana? Kami harus menggelembungkan 36 ribu suara. Itu kan gak mungkin," pungkasnya.

KPU Majalengka, kata Agus, menghargai aspirasi para kontestan bilamana kurang puas dengan hasil rekapitulasi. Pihaknya memberikan kesempatan kepada para peserta pemilu untuk menggunakan mekanisme sesuai perundang-undangan jika ada ketidakpuasan dengan hasil perolehan suara.

"KPU terbuka jika ada alat bukti kecurangan baik yang dilakukan KPU, ataupun lembaga ad-hock, PPK, PPS maupun KPPS silahkan saja diperkarakan. Silahkan buktikan, tidak hanya sekedar tuduhan-tuduhan yang tidak disertai alat bukti. Kami terbuka, silahkan," demikian Agus. [aga]

Komentar Pembaca