Ini Alasan BPN Tunjuk Bambang Widjoyanto Jadi Ketua Tim Kuasa Hukum 02

Politik  SABTU, 25 MEI 2019 , 10:08:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ini Alasan BPN Tunjuk Bambang Widjoyanto Jadi Ketua Tim Kuasa Hukum 02

Bambang Widjojanto/Net

RMOLJabar. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, mengungkap alasan mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto ditunjuk sebagai ketua tim kuasa hukum gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Alasan itupun diungkapkan Kordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya, pilpres kali ini dipenuhi dengan dugaan korupsi politik yang paripurna.

"Saya ingin menjelaskan mengapa Pak @prabowo dan Bang @sandiuno memilih Mas @sosmedbw sebagai ketua tim kuasa hukum. Singkatnya, karena pilpres kali ini adalah pilpres yang dipenuhi dengan dugaan korupsi politik yang paripurna. #KorupsiPolitik," sebut Dahnil lewat akun twitternya, Sabtu (25/5).

Korupsi politik yang paripurna adalah induk dari praktik korupsi pada semua level kepemimpinan politik. Jelas Dahnil, tidak mungkin hadir komitmen pemerintahan bersih yang dibangun dengan praktik korupsi politik. Dan, Bambang Widjojanto paham betul dengan dalil korupsi politik tersebut.

"Dalil kualitatif penting disampaikan, sebagai argumentasi bahwa demokrasi kita bukan demokrasi yang dipenuhi dengan manipulasi angka. Demokrasi yang dikorupsi melalui DPT dan politik uang. #KorupsiPolitik," tutupnya, dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Ada 8 orang tim kuasa hukum Prabowo-Sandi: Bambang Widjojanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Luthfi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Aimir dan Zulfadli. [yud]

Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA