Denny Indrayana Tidak Ingin Laporan Sengketa Pilpres Seperti Bayi Prematur

Politik  SABTU, 25 MEI 2019 , 22:19:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Denny Indrayana Tidak Ingin Laporan Sengketa Pilpres Seperti Bayi Prematur

Denny Indrayana/net

RMOLJabar. Kuasa hukum pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak mau buru-buru mengungkap substansi perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 kepada awak media.

Salah seorang anggota tim hukum pasangan Prabowo-Sandi, Denny Indrayana hanya menjelaskan bila pihaknya baru membuka bukti dugaan kecurangan pilpres dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pada dasarnya apa yang jadi bukti, argumentasi, banyak yang tanya kan ada selisih sekian belas juta. apa bukti-buktinya? Terkait dengan substansi materi, mari sama-sama kita tunggu," ujar Denny dalam diskusi bertajuk "MK Adalah Koentji" di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (25/5).

Mantan Wamenkumham di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menjelaskan, segala sesuatu tentang bukti dan argumentasi hanya akan dibeberkan pada tahapan pemeriksaan pendahuluan yang akan berlangsung pada tanggal 14 Juni 2019 nanti.

"Ibarat bayi, ini waktu lahirnya 14 Juni pada saat ada pemeriksaan pendahuluan. Kalau sekarang kita sudah lahirkan, itu nanti dia jadi bayi prematur, kurang sehat dia nanti. Kita ingin bayi permohonan ini lahir ke hadapan publik dalam kondisi sehat," pungkas Denny seperti dilansir KAntor Berita Politik RMOL.[son]



Komentar Pembaca