Meski Raihan Suara Menurun, Partai Golkar Jabar Tetap Duduki Kursi Pimpinan Dewan

Politik  SENIN, 27 MEI 2019 , 17:24:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Meski Raihan Suara Menurun, Partai Golkar Jabar Tetap Duduki Kursi Pimpinan Dewan

Wakil Ketua DPD I Golkar Jabar MQ Iswara/Net

RMOLJabar. Partai Golkar Jawa Barat membenarkan terjadinya penurunan raihan suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Penurunan itu terbukti dalam raihan kursi partai berlambang pohon beringin ini di DPRD Provinsi Jawa Barat.

Partai Golkar sendiri menduduki posisi keempat, setelah sebelumnya bertengger diposisi kedua pada pemilu 2014 dengan raihan suara 3,5 juta lebih atau 15,7 persen.

Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara menjelaskan, penurunan suara Partai Golkar di Jawa Barat pada Pileg 2019 ini, disebabkan oleh tidak tepatnya format dalam mengkapitalisasi suara antara pileg dan pilpres yang berlangsung kemarin.

"Dulu kita mendapatkan sekitar 3,5 juta lebih, sekarang hanya mendapatkan 2,9 juta kalau dulu kita mendapatkan 15,7 persen sekarang kita mendapatkan 14,4 persen. Jadi memang terjadinya penurunan raihan suara dan raihan kursi di DPRD. Nampaknya format untuk mengkapitalisasi pemilu serentak belum tepat yang dilakukan oleh Golkar Jabar," kata Iswara, saat dihubungi RMOLJabar, Senin (27/5).

Disamping itu kata Iswara, penuruan suara Partai Golkar disebabkan oleh permasalahan yang terjadi di internal partai. Hal itu juga berpengaruh terhadap keterpilihan masyarakat kepada partai golkar.

Bahkan kata Iswara, dalam beberapa survei menyebutkan bahwa partai golkar akan turun ke papan tengah dengan raihan suara single digit, sekitar 6-8 persen.

"Jadi sebenarnya kita berhasil survive dari keterpurukan. Permasalahan di internal golkar dari mulai ada dualisme kepengurusan di pusat, kondisi yang menimpa Ketum Golkar itu yang mempengaruhi suara masyarakat untuk menentukan pilihan," jelasnya.

Meski demikian, Partai Golkar Jabar akan tetap mengisi kursi pimpinan di DPRD Provinsi. Saat disinggung mengenai siapa nama yang akan mengisi kursi pimpinan tersebut, Iswara menjelaskan bahwa setiap kebijakan yang dilakukan oleh Partai Golkar tentunya merujuk pada aturan dari internal partai.

Untuk penentuan nama pimpinan kata Iswara, harus melalui beberapa proses dari mulai rapat pleno partai golkar yang menghasilkan tiga nama yang nantinya akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, dan juga ada tiga kriteria yang harus dimiliki oleh calon pimpinan di dewan tersebut.

"Yang pertama pengurus partai, atau pengurus ormas yang didirikan partai golkar atau yang mendirikan partai golkar, dan hasta karya. Selanjutnya berpengalaman di dewan, serta raihan suara calon menjadi salah satu kriteria juga," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00